
Dalam dunia kuliner, khususnya kopi, ada beberapa istilah yang mungkin asing bagi sebagian orang, namun sangat dikenal di kalangan penikmat kafein ekstrem. Tiga di antaranya adalah kopi Red Eye, Black Eye, dan Dead Eye. Ketiga jenis kopi hitam ini pada dasarnya adalah racikan kopi drip (seduh) yang diperkuat dengan tambahan shot espresso, dengan perbedaan utama terletak pada jumlah shot espresso yang digunakan.
Red Eye Coffee:
Red Eye Coffee adalah secangkir kopi drip biasa yang ditambahkan satu shot espresso. Nama "Red Eye" sendiri diyakini berasal dari penerbangan malam lintas negara yang dikenal sebagai "red-eye flights", di mana penumpang membutuhkan dorongan kafein ekstra untuk tetap terjaga. Racikan ini menghasilkan rasa kopi yang lembut dengan sentuhan pahit dari espresso, cocok bagi penikmat kopi pemula yang mencari tambahan energi tanpa intensitas berlebihan. Kandungan kafein dalam Red Eye Coffee diperkirakan sekitar 158 miligram.
Black Eye Coffee:
Melangkah ke tingkat kekuatan berikutnya, Black Eye Coffee merupakan kopi drip yang ditambahkan dua shot espresso. Istilah "Black Eye" konon mengacu pada tampilan minuman yang lebih gelap dan efek "pukulan kafein" yang lebih kuat. Kopi ini lebih seimbang bagi mereka yang menyukai rasa yang lebih kuat namun masih bisa menikmati karakter kopi seduhnya. Dengan dua shot espresso, kandungan kafeinnya meningkat menjadi sekitar 221 miligram, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang membutuhkan konsentrasi ekstra, seperti para pekerja.
Dead Eye Coffee:
Dead Eye Coffee adalah varian paling intens dari ketiga jenis ini. Minuman ini dibuat dengan mencampurkan kopi drip dengan tiga shot espresso. Disebut juga coffee drip eye di beberapa daerah, Dead Eye adalah tingkat tertinggi dari kombinasi kopi drip dan espresso, menjadikannya salah satu minuman berkafein tertinggi yang tersedia di kedai kopi. Rasa espresso sangat dominan, dan kopi filter hanya menjadi dasar penyeimbang. Kandungan kafeinnya mencapai sekitar 284 hingga lebih dari 380 miligram, menjanjikan dorongan energi yang sangat kuat. Kopi Dead Eye sangat disarankan untuk mereka yang memiliki toleransi kafein tinggi dan membutuhkan stimulan ekstrem, misalnya saat menghadapi tenggat waktu atau setelah begadang semalam suntuk. Namun, konsumsinya perlu hati-hati, terutama bagi yang intoleran kafein atau saat perut kosong.
Secara keseluruhan, perbedaan mendasar antara Red Eye, Black Eye, dan Dead Eye Coffee terletak pada jumlah shot espresso yang ditambahkan ke kopi drip, yang secara langsung memengaruhi tingkat kafein dan intensitas rasa. Semakin banyak shot espresso, semakin pekat rasa dan semakin tinggi kandungan kafeinnya.