
Mendol tempe merupakan salah satu olahan tempe tradisional khas Malang, Jawa Timur, yang digemari sebagai camilan maupun lauk pendamping nasi hangat. Hidangan ini dikenal dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma wangi kencur serta daun jeruk yang khas.
Secara historis, mendol tempe awalnya diperkenalkan oleh masyarakat Jawa Timur sebagai cara untuk mengawetkan tempe yang sudah tidak segar atau yang disebut tempe semangit. Tempe semangit, atau tempe yang sudah diinapkan 2-3 hari hingga sedikit basah dan beraroma khas, seringkali menjadi pilihan utama karena memberikan cita rasa dan aroma unik pada mendol. Namun, mendol juga bisa dibuat dari tempe segar yang berkualitas baik.
Proses pembuatan mendol tempe terbilang mudah. Bahan utama yang diperlukan adalah tempe, biasanya sekitar satu papan atau 300-500 gram. Bumbu halus yang digunakan umumnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit (sesuai selera pedas), kencur, ketumbar, daun jeruk, garam, dan penyedap rasa. Beberapa resep juga menambahkan sedikit gula pasir untuk menyeimbangkan rasa.
Langkah pertama adalah memotong tempe menjadi beberapa bagian, lalu mengukusnya selama kurang lebih 15-20 menit hingga matang. Setelah itu, tempe diangkat dan dihaluskan, namun tidak perlu terlalu lembut agar tekstur kedelai masih terasa. Sambil menunggu tempe dikukus, semua bumbu dihaluskan. Daun jeruk biasanya diiris tipis-tipis dan dicampurkan bersama bumbu halus.
Selanjutnya, tempe yang sudah dihaluskan dicampur rata dengan bumbu halus. Adonan kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan memanjang atau oval dengan cara dikepal-kepal agar padat dan tidak mudah ambyar saat digoreng. Untuk mencegah mendol hancur saat digoreng, penting untuk menekan adonan dengan cukup kencang saat membentuknya. Beberapa tips juga menyarankan penambahan sedikit tepung beras atau tepung maizena sebagai bahan pengikat.
Terakhir, mendol digoreng dalam minyak panas yang cukup banyak hingga berwarna kuning kecokelatan dan kering. Disarankan untuk tidak terlalu sering membolak-balik mendol agar tidak hancur; cukup balik sekali setelah satu sisi kecokelatan. Setelah matang, mendol diangkat dan ditiriskan, siap disajikan. Mendol tempe yang gurih dan beraroma ini sangat cocok dinikmati sebagai camilan santai bersama kopi atau teh, atau sebagai lauk pelengkap nasi, terutama dengan hidangan berkuah seperti soto, rawon, lodeh, atau pecel. Kreasi juga bisa ditambahkan dengan potongan kecil daging ayam atau udang untuk variasi rasa yang lebih kaya.