Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahasia Resep Cream Soup ala KFC: Kehangatan Sempurna di Musim Hujan

2026-01-23 | 11:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T04:03:39Z
Ruang Iklan

Rahasia Resep Cream Soup ala KFC: Kehangatan Sempurna di Musim Hujan

Menjelang puncak musim hujan di Indonesia, konsumsi makanan hangat dan menghibur, atau yang dikenal sebagai comfort food, menunjukkan peningkatan signifikan, dengan sup krim ala Kentucky Fried Chicken (KFC) muncul sebagai salah satu referensi kuliner yang paling dicari untuk direplikasi di rumah. Fenomena ini tidak sekadar menunjukkan preferensi rasa musiman, melainkan merefleksikan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang mencari kehangatan, kepraktisan, dan nostalgia di tengah cuaca dingin dan kecenderungan untuk tetap berada di dalam ruangan. Data menunjukkan bahwa selama musim hujan, masyarakat cenderung lebih sering memesan makanan dan mengurangi belanja ke pasar tradisional, beralih ke pilihan siap saji atau mencoba membuat hidangan favorit di rumah.

Popularitas sup krim sebagai hidangan penghibur telah lama mengakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang membutuhkan kehangatan. Berbagai merek sup krim instan, mulai dari jagung, ayam, hingga jamur, telah tersedia di pasaran sebagai alternatif praktis. Namun, daya tarik sup krim ayam ala KFC terletak pada profil rasanya yang khas: tekstur kental yang kaya, gurih, dan mengandung potongan kecil daging ayam, menjadikannya standar bagi banyak rumah tangga. Komponen utama yang diidentifikasi dalam replikasi resep ini sering mencakup mentega atau margarin, bawang putih dan bawang bombay cincang, dada ayam, tepung terigu, susu cair, air, serta bumbu penyedap seperti garam, gula, kaldu jamur, dan oregano, kadang ditambah dengan sup krim ayam instan untuk dasar rasa.

"Modernized Comfort Food" telah diidentifikasi sebagai salah satu dari tiga tren kuliner global yang sangat relevan dengan karakteristik masyarakat Indonesia, menurut Managing Director Unilever Food Solutions Indonesia, Gemita Pasaribu. Tren ini mengacu pada transformasi hidangan klasik menjadi sajian modern, di mana makanan rumahan tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena kemampuannya memberikan kehangatan dan kenyamanan. Sup krim ala KFC, dengan karakteristiknya yang memenuhi kriteria kenyamanan dan kehangatan, secara efektif beradaptasi dengan tren ini, mendorong inovasi di dapur rumah tangga dan memicu perburuan resep yang akurat.

Namun, di balik daya tarik rasa dan kehangatan, konsumsi comfort food, termasuk sup krim, memerlukan perhatian gizi. Satu porsi sup krim ala KFC diperkirakan mengandung sekitar 110 kalori, dengan 5 gram lemak, 14 gram karbohidrat, dan 3 gram protein, serta kadar sodium yang relatif tinggi, sekitar 670 mg. Ahli gizi sering mengingatkan bahwa sup instan, meskipun praktis, dapat mengandung tinggi garam, pati jagung, dan pengawet, serta memiliki nutrisi yang lebih rendah dibandingkan sup buatan rumahan. Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin mereplikasi hidangan ini di rumah, terdapat peluang untuk mengontrol bahan-bahan guna meningkatkan nilai gizi. Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya vitamin, mineral, dan antioksidan, seperti buah-buahan dan sayuran, sangat direkomendasikan untuk menjaga daya tahan tubuh di musim hujan.

Fenomena "copycat" resep ini juga menyoroti peran industri makanan cepat saji dalam membentuk selera publik dan tren kuliner di rumah. Dengan industri makanan cepat saji yang terus berkembang pesat di Indonesia, upaya masyarakat untuk menciptakan kembali hidangan favorit di rumah menunjukkan adanya keinginan untuk personalisasi, penghematan biaya, dan kontrol yang lebih besar atas bahan makanan. Pergeseran ini mengimplikasikan bahwa produsen makanan dan pelaku bisnis kuliner perlu lebih responsif terhadap keinginan konsumen akan makanan yang tidak hanya lezat dan menghibur, tetapi juga memungkinkan modifikasi untuk kebutuhan gizi personal, sekaligus mencerminkan tren konsumsi pangan yang lebih sadar dan berkelanjutan di masa depan.