Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Resep Ayam Lengkuas Gurih Berempah: Lauk Makan Siang yang Bikin Ketagihan

2026-01-17 | 12:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T05:45:08Z
Ruang Iklan

Resep Ayam Lengkuas Gurih Berempah: Lauk Makan Siang yang Bikin Ketagihan

Ayam Lengkuas, hidangan tradisional Indonesia yang terkenal dengan cita rasa gurih dan aroma rempah kuat, semakin menunjukkan perannya sebagai ikon kuliner yang menjembatani warisan budaya dengan potensi ekonomi global. Hidangan ini, yang secara historis akrab di berbagai daerah mulai dari Minangkabau dengan sebutan "ayam langkueh" hingga variasi khas Sunda dan Surabaya, kini menjadi sorotan di tengah tren kuliner global yang bergeser ke arah otentisitas dan makanan fungsional.

Popularitas Ayam Lengkuas tidak lepas dari kekayaan rempah-rempah yang menjadi fondasinya. Lengkuas (Alpinia galanga) sendiri, sebagai bahan utama, tidak hanya memberikan aroma khas dan rasa unik, tetapi juga dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan, termasuk sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan antioksidan yang mendukung pencernaan, meningkatkan imunitas tubuh, serta melindungi dari infeksi. Kandungan seperti galangin, asam fenolik, polifenol, dan flavonoid dalam lengkuas menjadikannya bahan penting dalam dapur tradisional maupun modern.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya makanan sehat dan berkelanjutan, kuliner lokal seperti Ayam Lengkuas diproyeksikan akan menjadi favorit utama pada tahun 2025. Fenomena ini mendorong para pelaku industri untuk kembali menoleh pada kekayaan rempah dan bahan pangan lokal, menciptakan identitas rasa yang unik dan berkelanjutan di kancah gastronomi global. Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Rini Satriani, pada Januari 2023, menekankan bahwa rempah-rempah bukan hanya bumbu, tetapi juga bahan baku untuk herba dan obat lokal yang mendukung sistem imunitas tubuh, turut mendorong permintaan global.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara aktif mempromosikan kuliner Indonesia di pasar internasional melalui program seperti "Spice Up The World" dan "Wonderful Indonesia Gourmet". Program "Spice Up The World" menargetkan peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar Dolar AS serta hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri hingga tahun 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, volume ekspor rempah-rempah Indonesia mencapai 148,22 ribu ton selama Januari-November 2023, meningkat 29,77% secara tahunan dengan total nilai ekspor mencapai 564,12 juta Dolar AS. Pasar utama ekspor rempah Indonesia meliputi Amerika Serikat, Vietnam, Tiongkok, India, dan Belanda.

Meskipun Ayam Lengkuas belum secara spesifik masuk dalam daftar makanan Indonesia yang diakui UNESCO seperti Rendang dan Tempe, perannya dalam memperkaya gastronomi nasional sangat signifikan. Para koki terkemuka, seperti Chef Will Meyrick yang dikenal dengan kemampuannya memadukan rasa tradisional Asia Tenggara dengan sentuhan kontemporer, turut berkontribusi dalam mengangkat profil masakan Indonesia. Meyrick, yang memiliki beberapa restoran ternama di Indonesia dan Australia seperti Mama San dan Hujan Locale, menekankan pentingnya melestarikan warisan kuliner melalui eksplorasi street food dan resep otentik.

Konsumsi daging ayam di Indonesia juga terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada tahun 2023, rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 7,46 kilogram daging ayam ras per kapita per tahun, meningkat 4,3% dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka ini menunjukkan potensi pasar yang besar untuk olahan ayam tradisional seperti Ayam Lengkuas.

Dengan dukungan pemerintah melalui program promosi kuliner, eksplorasi para chef, dan kesadaran masyarakat global akan nilai kesehatan dan otentisitas, hidangan seperti Ayam Lengkuas tidak hanya memperkuat identitas kuliner Indonesia tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi petani rempah lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung industri makanan dan minuman nasional.