Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Matcha Jakarta Mahal? Temukan Rekomendasi Bubuk Matcha Terjangkau Pilihan Terbaik

2026-01-18 | 20:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-18T13:13:00Z
Ruang Iklan

Matcha Jakarta Mahal? Temukan Rekomendasi Bubuk Matcha Terjangkau Pilihan Terbaik

Secangkir minuman matcha yang dibanderol hampir Rp400.000 di sebuah kafe di Jakarta baru-baru ini memicu diskusi sengit di media sosial, menyoroti disparitas harga yang signifikan antara produk premium dan alternatif yang lebih terjangkau di pasar kuliner ibu kota. Fenomena ini, yang viral pada Januari 2026 melalui unggahan konten kreator di platform X dan diunggah ulang oleh akun @handdavidian, mencerminkan pergeseran budaya konsumsi sekaligus tantangan pasokan di tengah lonjakan popularitas matcha.

Kenaikan harga yang mencolok, seperti yang ditawarkan oleh gerai Hatoya di Jakarta yang mengklaim menggunakan ceremonial matcha dari Kyoto dengan kualitas grade tertinggi, disebut tidak sebanding dengan harga serupa di Jepang. Seorang netizen bahkan membandingkan, "Sempet coba yang di Asakusa. Paling mahal ¥1300 (no toppings) udah dapet grade paling OK," menunjukkan harga di Jakarta bisa naik berkali-kali lipat. Pihak kafe sendiri menyatakan harga tinggi ini merupakan konsekuensi dari penggunaan bahan baku berkualitas tinggi yang dibudidayakan langsung di Kyoto.

Popularitas matcha di Indonesia mengalami lonjakan drastis dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan Milenial dan Gen Z (usia 18-35). Data menunjukkan pencarian online untuk kata kunci "matcha" naik 30% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah restoran dan kafe yang menyajikan menu berbasis matcha meningkat hingga 45% pada tahun 2023. Tren ini didorong oleh persepsi matcha sebagai minuman sehat kaya antioksidan seperti EGCG dan L-theanine, cocok dengan gaya hidup estetis, dan tren "Japandi" yang mengintegrasikan budaya Jepang. Namun, survei YouGov mengungkapkan bahwa 54% penikmat teh di Indonesia menilai harga yang wajar untuk ceremonial matcha berada di kisaran hingga Rp40.000, mengindikasikan keinginan konsumen untuk pengalaman premium yang tetap terjangkau.

Tingginya harga matcha di Jakarta, khususnya untuk grade ceremonial, tidak terlepas dari beberapa faktor global dan lokal. Matcha premium, terutama ceremonial grade, memerlukan proses produksi yang rumit: daun teh dipetik secara manual, dikukus untuk menghentikan oksidasi, dikeringkan, lalu digiling perlahan menggunakan batu granit tradisional hingga menjadi bubuk sangat halus. Pasokan global matcha cenderung stagnan, sementara minat konsumen dunia terus melonjak, diperkirakan pasar matcha global akan mencapai 7,43 miliar dollar AS pada tahun 2030 dari 4,3 miliar dollar AS pada tahun 2023. Analis Agrifood CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta, pada November 2025, mengaitkan lonjakan harga teh global—yang mencapai 70% dalam sebulan terakhir—dengan meningkatnya permintaan akibat tren matcha, penurunan produksi teh, faktor cuaca, dan berkurangnya regenerasi petani teh. Indonesia, meskipun merupakan eksportir teh terbesar kedua di ASEAN setelah Vietnam, masih lebih dominan dalam produksi teh hitam dan teh hijau konvensional, dengan impor teh yang justru meningkat untuk memenuhi permintaan domestik.

Sebagai respons terhadap harga yang melonjak, banyak konsumen kini beralih meracik matcha sendiri di rumah, mencari bubuk matcha terjangkau sebagai alternatif. Beberapa merek bubuk matcha yang menawarkan kualitas baik dengan harga lebih bersahabat mulai ramai direkomendasikan. Pure Matcha Piku Labs, misalnya, diklaim 100% matcha asli tanpa campuran, cocok untuk diminum langsung atau sebagai matcha latte. Small Matcha Shop menyediakan bubuk ceremonial grade asal Shizuoka, Jepang, dengan varian Shizuoka 1.0 (segar, umami) seharga Rp75.000 untuk 20 gram. To A Tea menawarkan pilihan bubuk ceremonial grade dari Kyoto dan Nara seharga sekitar Rp47.000 untuk 10 gram. Sementara itu, Tea Heaven Asia menawarkan bubuk ceremonial grade 100 gram seharga Rp72.250. Merek lokal seperti Homelab juga menawarkan bubuk matcha premium grade dengan aroma kuat dan rasa otentik seharga Rp59.990 per 50 gram. Pilihan bubuk matcha untuk minuman siap saji atau culinary grade dengan harga yang lebih ekonomis juga tersedia luas di platform e-commerce, memungkinkan konsumen menikmati minuman berbasis matcha tanpa harus mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu rupiah per gelas.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika pasar kuliner Jakarta yang adaptif terhadap tren global namun juga sensitif terhadap harga. Konsumen kini memiliki kekuatan lebih besar untuk memilih, mendorong produsen dan kafe untuk menyeimbangkan antara kualitas premium yang diimpor dan inovasi dengan bahan baku lokal yang lebih mudah diakses. Fenomena ini tidak hanya mengubah pola konsumsi, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi UMKM di sektor makanan dan minuman yang ingin memanfaatkan tren matcha dengan penawaran yang lebih terjangkau.