Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kelapa Gading Punya! 5 Seafood Incaran yang Bikin Rela Antre Panjang

2026-01-15 | 19:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T12:49:22Z
Ruang Iklan

Kelapa Gading Punya! 5 Seafood Incaran yang Bikin Rela Antre Panjang

Lonjakan minat konsumen terhadap hidangan laut segar di Jakarta Utara telah memicu antrean panjang di setidaknya lima restoran seafood terkemuka di Kelapa Gading, menyoroti dinamika pasar kuliner yang kompetitif dan preferensi rasa yang kuat di wilayah tersebut. Fenomena ini, yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan semakin intensif, menunjukkan bahwa pengalaman bersantap bukan hanya tentang rasa tetapi juga nilai dan efisiensi pelayanan di tengah kepadatan urban.

Kelapa Gading, yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Jakarta, telah lama menjadi magnet bagi para pencinta seafood. Persaingan ketat mendorong para pelaku usaha untuk mempertahankan kualitas bahan baku dan inovasi menu, sekaligus mengelola ekspektasi pelanggan akan waktu tunggu. Di antara restoran-restoran yang kerap menjadi tujuan utama dan menyebabkan antrean panjang adalah Seafood Ayu, Bandar Djakarta, Santiga Kelapa Gading, Wiro Sableng 212, dan Pondok Sedap Malam. Setiap tempat menawarkan kekhasan tersendiri, mulai dari konsep restoran keluarga yang ramah hingga pengalaman bersantap di tepi danau dengan pilihan hidangan laut hidup yang bervariasi. Misalnya, Seafood Ayu sering disebut sebagai salah satu tempat makan seafood legendaris di Kelapa Gading, dikenal dengan cita rasa otentik dan harga yang terjangkau, yang kerap menciptakan antrean panjang, terutama pada malam hari dan akhir pekan. Bandar Djakarta di kawasan La Piazza, di sisi lain, menawarkan pengalaman lebih premium dengan konsep "memilih sendiri" hidangan laut dari akuarium besar, menjadikannya pilihan populer untuk acara keluarga besar atau pertemuan bisnis. Santiga Kelapa Gading, Wiro Sableng 212, dan Pondok Sedap Malam juga secara konsisten menarik keramaian berkat konsistensi rasa dan variasi menu yang digemari pelanggan.

Pertumbuhan sektor F&B di Jakarta, terutama di area seperti Kelapa Gading, mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat dan pergeseran gaya hidup. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan sektor penyediaan makanan dan minuman konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB Jakarta. Preferensi terhadap seafood segar tidak lepas dari kesadaran akan nutrisi dan tren kuliner yang mengedepankan bahan alami. Tingginya permintaan ini memicu tantangan logistik bagi para pengusaha untuk memastikan pasokan bahan baku yang stabil dan berkualitas, seringkali langsung dari nelayan atau pemasok besar di pesisir utara Jawa.

Secara historis, Kelapa Gading telah lama menjadi destinasi kuliner utama sejak pengembangannya di era 1970-an, dengan pasar dan pusat perbelanjaan yang tumbuh pesat. Keberadaan berbagai etnis yang menghuni kawasan ini juga turut memperkaya ragam kuliner, termasuk hidangan laut dengan berbagai sentuhan bumbu dan gaya memasak. Implikasi jangka panjang dari popularitas restoran-restoran ini adalah potensi peningkatan ekonomi lokal, tidak hanya bagi pemilik restoran tetapi juga bagi rantai pasok dari nelayan, pedagang pasar, hingga industri pendukung lainnya. Namun, hal ini juga membawa tantangan terkait manajemen lalu lintas, ketersediaan lahan parkir, dan pengelolaan limbah di sekitar area restoran yang padat pengunjung.

Ke depan, industri seafood di Kelapa Gading diperkirakan akan terus berkembang, didorong oleh inovasi menu, adaptasi terhadap tren digital dalam pemesanan dan pembayaran, serta peningkatan standar kebersihan dan pelayanan. Restoran-restoran yang mampu mempertahankan kualitas dan memberikan pengalaman unik akan terus mendominasi pasar, bahkan dengan risiko antrean panjang. Para pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga pada efisiensi operasional dan strategi branding yang kuat untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah lanskap kuliner yang dinamis. Persaingan yang sehat ini juga diharapkan dapat mendorong inovasi keberlanjutan dalam pengadaan seafood, memastikan bahwa pasokan tetap terjaga tanpa merusak ekosistem laut.