Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahasia Nasi Bakar Cumi Lezat: Menu Makan Siang Andalan Keluarga

2026-01-09 | 16:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T09:01:11Z
Ruang Iklan

Rahasia Nasi Bakar Cumi Lezat: Menu Makan Siang Andalan Keluarga

Nasi bakar cumi secara konsisten menjadi pilihan utama santap siang bagi banyak keluarga di seluruh Indonesia, merefleksikan pergeseran preferensi konsumen yang semakin menghargai keautentikan rasa dan ikatan komunal di tengah arus modernisasi. Hidangan tradisional ini, yang menyajikan nasi berbumbu dengan isian cumi gurih yang dibakar dalam balutan daun pisang, menawarkan lebih dari sekadar makanan; ia menyediakan pengalaman sensorik yang kaya serta nilai kebersamaan yang mendalam, sesuai dengan temuan bahwa masakan Indonesia mendominasi pilihan hidangan rumah tangga.

Popularitas nasi bakar cumi tidak dapat dilepaskan dari esensinya sebagai kuliner tradisional khas Indonesia, khususnya Sunda, yang telah mengalami inovasi dan adaptasi meluas. Metode pembakaran dalam daun pisang tidak hanya memberikan aroma khas yang menggugah selera, tetapi juga mempertahankan kelembutan nasi dan memaksimalkan penyerapan cita rasa bumbu rempah. Isian cumi-cumi, seringkali dengan sentuhan pedas dan gurih, menjawab preferensi rasa mayoritas konsumen Indonesia yang kini cenderung menyukai pedas dan beraroma bawang, bukan lagi sekadar asin. Variasi nasi bakar dengan cumi pedas bahkan dipromosikan sebagai ide jualan yang menjanjikan, menunjukkan dampak ekonomi dari popularitasnya.

Di balik daya tariknya, hidangan ini juga mencerminkan dinamika ekonomi mikro dan tren kuliner yang lebih luas. Usaha kuliner rumahan, banyak di antaranya digerakkan oleh perempuan, terus menjadi pilar penting ekonomi Indonesia, menyumbang 60% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Nasi bakar cumi, dengan resep yang sering diwariskan secara turun-temurun, menjadi salah satu ide bisnis kuliner rumahan yang diminati. Pada tahun 2024, tren makanan sehat dan organik juga semakin populer, khususnya di perkotaan, didorong oleh kesadaran nutrisi dan dukungan terhadap petani lokal. Nasi bakar sendiri disebut memiliki kandungan gizi yang baik, dengan energi 421 kkal, protein 18,2 gr, dan lemak 18,2 gr per porsi, bahkan daun pisang pembungkusnya mengandung polifenol sebagai antioksidan alami.

Namun, tantangan juga muncul, terutama terkait fluktuasi harga bahan baku. Harga cumi-cumi di pasar tradisional seperti Cikurubuk, Tasikmalaya, dan Semarang sempat melonjak signifikan, bahkan mencapai Rp 140.000 per kilogram untuk cumi besar di Tasikmalaya pada Maret 2024, atau Rp 80.000 per kilogram di Semarang pada Februari 2025, karena pasokan yang langka akibat cuaca ekstrem. Kenaikan ini memengaruhi daya beli konsumen, meskipun pedagang mencatat peminat cumi tetap tinggi. Badan Pusat Statistik Kota Cirebon juga mencatat rata-rata harga cumi pada Januari-Februari 2024 sekitar Rp 61.000 per kilogram. Sementara itu, rata-rata harga cumi nasional saat ini berkisar Rp 67.500 per kilogram.

Di tengah tren makanan instan dan serbuan kuliner asing yang populer di kalangan milenial dan Gen Z, masakan lokal seperti nasi bakar cumi menunjukkan ketahanan. Survei Jakpat pada Agustus 2024 menunjukkan 81% responden sering memasak sendiri di rumah, dengan alasan utama hemat biaya (72%) dan rasa yang lebih enak (61%), serta kebersihan dan kesehatan (56%). Resep keluarga menjadi sumber utama bagi 73% responden. Hal ini mengindikasikan bahwa hidangan seperti nasi bakar cumi, yang seringkali diwariskan dalam keluarga, mempertahankan relevansinya. Peran makanan tradisional dalam memperkuat identitas budaya dan kohesi sosial keluarga menjadi krusial di era globalisasi. Pengolahan dan penyajian makanan tradisional yang kurang praktis menjadi salah satu faktor yang memudarkan kegemaran masyarakat, sehingga inovasi dan promosi menjadi penting. Nasi bakar cumi, dengan kemampuannya beradaptasi dan tetap digemari, menunjukkan bagaimana kuliner tradisional dapat terus relevan dan menjadi bagian integral dari kehidupan keluarga modern Indonesia.