Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Nasi Rames Kelapa Gading Terlezat: Menguak 5 Pilihan, Termasuk yang Bertabur 100 Lauk Menggugah Selera!

2026-01-14 | 19:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T12:38:46Z
Ruang Iklan

Nasi Rames Kelapa Gading Terlezat: Menguak 5 Pilihan, Termasuk yang Bertabur 100 Lauk Menggugah Selera!

Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terus memperkuat posisinya sebagai barometer inovasi kuliner Ibu Kota, dengan hidangan nasi rames yang menawarkan spektrum rasa rumahan menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen urban. Di tengah lanskap kuliner yang dinamis ini, sejumlah warung dan restoran berhasil mempertahankan dan memodernisasi sajian nasi rames, termasuk satu entitas yang menawarkan hingga seratus jenis lauk pauk setiap harinya, mencerminkan resiliensi dan adaptabilitas kuliner tradisional Indonesia.

Nasi rames, sebuah hidangan yang secara historis berakar kuat dalam budaya kuliner Indonesia, seringkali diinterpretasikan dari frasa Jawa "ora mesti" yang berarti "tidak selalu" atau "tidak pasti", mengacu pada variasi lauk pauk yang dapat berubah-ubah setiap penyajian. Namun, adaptasinya telah meluas, dengan istilah "rames" juga merujuk pada keramaian atau keberagaman lauk yang tersaji di satu piring, mencerminkan kekayaan cita rasa Nusantara. Popularitas nasi rames tersebar luas di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa, sebagai pilihan makanan cepat saji yang terjangkau dan mengenyangkan. Perkembangan terkini menunjukkan tren konsumsi "comfort food" lokal dengan sentuhan modern semakin diminati, didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung produk lokal dan keinginan kembali pada cita rasa otentik yang menyehatkan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran krusial dalam tren ini, berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan peningkatan permintaan terhadap produk kuliner yang praktis, visual, dan mudah diakses melalui layanan pesan-antar digital.

Di Kelapa Gading, lima destinasi kuliner nasi rames berikut ini menjadi contoh nyata bagaimana hidangan tradisional beradaptasi dan terus memikat pasar:

Pertama, Nasi Uduk Ibu Jum di Jalan Raya Kelapa Hybrida, Jakarta Utara, menonjol dengan klaim ketersediaan 70 hingga 100 jenis lauk pauk setiap hari, sebuah pilihan yang luas yang jarang ditemukan di tempat lain. Berawal dari gerobak dorong, kini tempat ini telah bertransformasi menjadi restoran modern, menunjukkan evolusi bisnis kuliner tradisional yang berhasil menangkap pasar kontemporer. Sistem pemesanan yang unik menggunakan mikrofon menambah pengalaman bersantap di lokasi ini.

Kedua, Warung Rames-An, yang pertama kali berdiri di kawasan Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading, menawarkan lebih dari 60 pilihan lauk yang dimasak segar dan dijamin halal setiap hari. Konsumen memiliki fleksibilitas untuk memilih empat jenis nasi berbeda: nasi putih, nasi uduk, nasi kuning, dan nasi merah. Dengan harga lauk mulai dari Rp4.000 hingga Rp18.000, seporsi nasi rames lengkap dibanderol antara Rp15.000 hingga Rp45.000, bergantung pada pilihan lauk yang diambil.

Ketiga, Rameshan muncul sebagai warung nasi rames kekinian, menandai pergeseran ke arah presentasi dan branding yang lebih modern untuk menarik segmen pasar yang lebih muda. Inovasi semacam ini sejalan dengan tren kuliner 2026 yang memproyeksikan perpaduan comfort food lokal dengan sentuhan modern akan terus mendominasi minat konsumen.

Keempat, Remas Rames, yang berkolaborasi dengan Dum Dum Cafe, menunjukkan strategi adaptasi melalui kemitraan strategis, mengintegrasikan cita rasa tradisional dengan pengalaman kafe modern. Kolaborasi semacam ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan kuliner daerah.

Kelima, Mama Rasa Nasi Uduk & Rames menawarkan hidangan dengan cita rasa khas Medan. Meskipun disebutkan memiliki profil rasa yang cenderung manis dan harga yang relatif lebih tinggi, tempat ini menyediakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan berpendingin udara, menunjukkan upaya untuk meningkatkan pengalaman bersantap.

Nasi rames di Kelapa Gading tidak sekadar memenuhi kebutuhan perut, melainkan juga berfungsi sebagai narasi keberagaman Indonesia dalam sepiring nasi, melambangkan kebersamaan dan kesederhanaan. Adaptasi dan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku UMKM kuliner ini menegaskan bahwa warisan rasa lokal mampu bersaing dan berkembang di tengah derasnya arus modernisasi dan tren global, memastikan bahwa hidangan klasik tetap relevan dan dicintai lintas generasi.