
Jakarta, Indonesia – Roti Boy, jenama roti kopi asal Malaysia yang telah mengakar kuat di pasar kuliner Indonesia sejak awal 2000-an, memperkenalkan dua inovasi menu terbarunya di gerai-gerai Jakarta: Salt Bread dan Cloud Matcha. Langkah ini merefleksikan adaptasi strategis perusahaan terhadap dinamika preferensi konsumen dan tren pasar makanan dan minuman yang terus berevolusi. Salt Bread, yang diidentifikasi sebagai "SaltBoy" pada platform pemesanan daring, dibanderol seharga Rp17.000 dan digambarkan sebagai roti dengan isian mentega gurih asin, sementara varian minuman berbasis teh hijau "Cloud Matcha" diproyeksikan untuk menggaet segmen penikmat minuman trendi.
Introduksi menu baru ini datang di tengah pertumbuhan pesat industri roti dan kue di Indonesia, yang didorong oleh perubahan perilaku konsumen, peningkatan pendapatan, serta tren makanan sehat dan praktis. Pasar roti dan kue Indonesia menunjukkan lonjakan konsumsi sekitar 60% antara tahun 2016 dan 2019, dengan proyeksi pertumbuhan sektor layanan makanan sebesar 7,06% dari 2021 hingga 2026. Inovasi dalam rasa, eksplorasi tekstur, serta kombinasi manis-gurih diprediksi menjadi sorotan utama tren bakery pada tahun 2025. Salt Bread atau "sogeum ppang" gaya Korea, dengan karakteristik kulit luar yang garing dan bagian dalam yang lembut dengan mentega asin, telah menjadi fenomena viral di beberapa titik kuliner Jakarta. Kehadiran SaltBoy dari Roti Boy menandakan upaya perusahaan untuk merespons popularitas ini dan mendiversifikasi penawaran produk beyond roti kopi andalannya.
Di sisi minuman, keputusan Roti Boy untuk merambah ke segmen matcha juga sangat relevan dengan pergeseran minat konsumen. Matcha, bubuk teh hijau tradisional Jepang, mengalami kebangkitan signifikan pada tahun 2025, dengan bar matcha bermunculan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang menawarkan latte serta penganan infus matcha. Pencarian terkait matcha di Google Trends menunjukkan peningkatan stabil sejak 2020 dan melonjak tajam sejak Desember 2024, bahkan mendekati dua kali lipat pencarian kopi dan latte pada Juni 2025. Penjualan matcha di Inggris dilaporkan meningkat dua kali lipat sepanjang 2025, dengan nilai pasar global matcha diproyeksikan mencapai £74 juta (sekitar Rp1,7 triliun) pada 2030. Meskipun belum ada detail spesifik mengenai formulasi "Cloud Matcha" dari Roti Boy, produk ini diperkirakan akan memanfaatkan popularitas minuman berbahan dasar matcha yang dikenal dengan karakter umami, sedikit pahit, dan sensasi earthy yang kerap dipadukan dengan susu atau pemanis.
Sejak didirikan pada tahun 1998 di Malaysia dan memasuki pasar Indonesia sekitar tahun 2004, Roti Boy telah dikenal dengan strategi "fresh from the oven" yang memanfaatkan aroma menggoda roti kopi Meksiko sebagai taktik pemasaran sensorik. Meskipun Roti Boy beroperasi dalam persaingan ketat dengan banyak kompetitor, termasuk pemain lokal seperti Roti'O yang mengandalkan strategi ekspansi masif di lokasi publik, Roti Boy tetap berhasil mempertahankan keberadaan dan loyalitas pelanggan melalui kualitas rasa dan aroma produknya. Inovasi menu ini mengindikasikan bahwa Roti Boy tidak hanya mengandalkan produk ikoniknya, tetapi juga secara aktif mengeksplorasi lini produk baru untuk mempertahankan relevansi dan menarik segmen pasar yang lebih luas di tengah lanskap kuliner Jakarta yang kompetitif. Analis industri makanan di Indonesia menekankan pentingnya kualitas rasa, kualitas produk, dan inovasi bagi keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang sengit. Diversifikasi ini berpotensi membuka peluang baru bagi Roti Boy untuk memperkuat posisi pasarnya dan menangkap preferensi konsumen yang semakin beragam.