Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bekasi Punya 7 Kafe Terbaru: Spot Nongkrong Asyik dengan Menu Wajib Coba!

2026-01-03 | 17:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T10:33:11Z
Ruang Iklan

Bekasi Punya 7 Kafe Terbaru: Spot Nongkrong Asyik dengan Menu Wajib Coba!

Bekasi, kota penyangga yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota, mengalami lonjakan signifikan dalam ekosistem kafe yang melayani gaya hidup modern populasi mudanya, dengan setidaknya tujuh tempat nongkrong baru menawarkan menu bervariasi serta suasana inovatif. Fenomena ini, yang terjadi seiring dengan percepatan pertumbuhan ekonomi dan pergeseran demografi di wilayah metropolitan Jabodetabek, menandai transformasi Bekasi dari sekadar kota industri menjadi pusat gaya hidup yang dinamis. Perkembangan pesat ini tidak hanya memenuhi tingginya permintaan pasar tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meski dihadapkan pada persaingan ketat di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah kedai kopi di Bekasi meningkat pesat, didorong oleh tingginya permintaan pasar dan tren gaya hidup digital. Data Dinas Koperasi UMKM Kota Bekasi mencatat sekitar 1.300 gerai kopi kekinian tersebar di kota ini per Oktober 2023, sebuah angka yang mencerminkan julukan Bekasi sebagai "Kota 1001 Gerai Kopi". Lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh populasi milenial dan Gen Z yang besar, yang menjadikan kafe sebagai bagian dari gaya hidup untuk bersosialisasi, bekerja dari kafe (WFC), atau sekadar mencari tempat estetis untuk konten media sosial.

Di antara gelombang pembukaan kafe baru, beberapa nama menonjol dengan tawaran menu yang menggugah selera. Yuu Coffee, yang berlokasi lima menit dari Summarecon Mall Bekasi, menyajikan pilihan kopi lengkap mulai dari klasik hingga signature seperti Yuu Ngopi, serta aneka matcha dan smoothie sehat. Mereka juga menawarkan makanan pelengkap seperti cake, pastry, hingga bakmi dengan berbagai topping dan tingkat kepedasan. Tak jauh berbeda, Karun Coffee & Eatery yang baru dibuka menawarkan suasana nyaman seperti di rumah, dengan menu minuman bervariasi mulai dari Kopi Susu Rakyat hingga Kopi Susu Sultan, frappe, dan mocktail, ditemani camilan seperti Pisang Goreng Karamel atau hidangan utama Gyudon.

Koma Junkyard Cafe, dengan konsep retro-industrial, menjadi salah satu tempat unik yang menawarkan beragam makanan ringan hingga hidangan utama, cocok untuk nongkrong atau berkencan di suasana malam yang romantis. Sementara itu, Bliss Social Space di Tambun memikat dengan kafe mewah dan menu lezat, dari makanan ringan hingga makanan berat yang menggugah selera, didukung desain interior estetik yang nyaman. Little Talk Coffee di Vida Bekasi menawarkan menu makanan yang sangat beragam, mulai dari camilan ringan hingga hidangan berat, dilengkapi minuman segar. Insan Space menyediakan berbagai pilihan kopi berkualitas tinggi, seperti espresso, cappuccino, dan manual brew, serta minuman non-kopi dan aneka makanan ringan hingga berat yang lezat. Terakhir, Eight Coffee di Grand Galaxy City dikenal dengan menu yang sangat lengkap, mencakup hidangan dari sarapan hingga makan malam, menjadikannya favorit untuk berkumpul.

Pertumbuhan industri kafe ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Banyaknya kafe baru menciptakan lapangan kerja bagi barista, manajer, dan staf layanan, serta mendukung UMKM lokal yang menyediakan bahan baku seperti biji kopi dan makanan. Namun, di balik pesatnya pertumbuhan ini, kompetisi bisnis yang tidak sehat menjadi tantangan serius. Jerry Ilham, pemilik Digerati Coffee Shop, mengakui bahwa "Bikin Coffe Shop itu gampang sebenarnya, hanya saja bertahannya yang susah". Hal ini menuntut inovasi dan strategi bisnis yang adaptif dari para pelaku usaha, sebagaimana ditekankan oleh Syaifullah, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, yang relevan dengan konteks nasional, bahwa inovasi diperlukan agar koperasi (dan bisnis kafe) dapat menyesuaikan diri dengan karakter dan potensi wilayah masing-masing.

Implikasi jangka panjang dari fenomena ini melibatkan perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin mencari pengalaman dan suasana di samping kualitas produk. Kafe bukan lagi sekadar tempat minum kopi, melainkan ruang ketiga yang mengakomodasi berbagai aktivitas sosial dan produktivitas. Ini juga berkontribusi pada revitalisasi area kota, mengubah sudut-sudut yang mungkin terbengkalai menjadi ruang yang lebih estetis dan menarik. Menuju tahun 2026, dunia bisnis diprediksi akan semakin dinamis, menuntut pelaku usaha di sektor kuliner untuk lebih adaptif dan visioner dalam membaca perubahan pasar serta perilaku konsumen.