Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bekal Kantor Anti-Bosankan: 3 Resep Tumis Buncis Mudah dan Lezat

2026-01-09 | 20:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T13:36:02Z
Ruang Iklan

Bekal Kantor Anti-Bosankan: 3 Resep Tumis Buncis Mudah dan Lezat

Tingginya biaya makan siang di luar kantor, yang dapat mencapai Rp1 juta per bulan bagi pekerja di kota besar seperti Jakarta, mendorong semakin banyak profesional untuk mempertimbangkan bekal makan siang rumahan sebagai solusi praktis dan ekonomis. Tren membawa bekal sehat ke kantor ini selaras dengan himbauan Kementerian Kesehatan RI, yang menekankan pentingnya makanan rumahan karena terjamin kebersihan dan nutrisinya. Buncis, sebagai salah satu sayuran serbaguna, menawarkan beragam manfaat kesehatan dan kepraktisan, menjadikannya pilihan ideal untuk diolah menjadi tumisan yang dapat disiapkan dengan cepat untuk bekal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2020 menunjukkan bahwa konsumsi sayuran per kapita di Indonesia masih jauh di bawah rekomendasi WHO dan Kemenkes, dengan rata-rata 119,79 gram per hari dari 250 gram yang dianjurkan. Peningkatan konsumsi sayuran, seperti buncis, merupakan langkah krusial untuk memperbaiki profil gizi masyarakat. Buncis dikenal kaya akan serat, vitamin C, vitamin K, folat, dan antioksidan, yang berkontribusi pada kesehatan jantung, pencernaan, imunitas, hingga kesuburan wanita. Serat larutnya membantu menurunkan kolesterol jahat, sementara kandungan vitamin K penting untuk kesehatan tulang. Ahli gizi Rahmi Dzulhijjah juga menyoroti rendahnya konsumsi sayur dan buah di Indonesia, mencapai 95,5% penduduk di atas 5 tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah, serta menekankan bahwa bekal yang dimasak sendiri berkontribusi positif terhadap gizi seimbang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga sempat menyatakan bahwa harga per porsi makan siang akan disesuaikan di tiap daerah, mengindikasikan bahwa variasi harga dan kebutuhan gizi menjadi pertimbangan penting dalam penyediaan makanan. Dalam konteks bekal kantor, menyiapkan hidangan yang mudah dibuat, tahan lama, dan bergizi menjadi prioritas. Tiga resep tumis buncis berikut dapat menjadi alternatif menu bekal yang memenuhi kriteria tersebut, menawarkan kombinasi rasa dan nutrisi yang berbeda:

1. Tumis Buncis Daging Cincang: Resep ini menonjolkan protein hewani yang esensial untuk menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung pembentukan otot. Kombinasi buncis dengan daging sapi cincang tidak hanya meningkatkan nilai gizi, tetapi juga memberikan tekstur dan rasa gurih yang kaya. Buncis dalam hidangan ini menyumbang serat, vitamin, dan mineral. Dengan perkiraan kalori sekitar 91 kkal per porsi, 2,54 gram protein, dan 3,6 gram serat, tumis buncis daging cincang menjadi pilihan yang menyehatkan dan mengenyangkan. Proses pembuatannya yang relatif cepat, sekitar 10-15 menit, menjadikannya cocok untuk persiapan pagi hari yang padat. Untuk menjaga kesegaran, disarankan menggunakan wadah kedap udara dan memanaskan kembali di kantor.

2. Tumis Buncis Tempe: Sebagai alternatif protein nabati, tumis buncis tempe menawarkan hidangan yang ekonomis namun padat gizi. Tempe, sebagai produk fermentasi kedelai, kaya akan protein, serat, serta prebiotik yang baik untuk pencernaan. Perpaduan buncis dan tempe menciptakan hidangan yang seimbang, mendukung asupan serat harian dan memberikan energi berkelanjutan. Resep ini umumnya menggunakan bumbu dasar bawang merah, bawang putih, dan cabai, yang mudah ditemukan dan cepat diolah. Penambahan sedikit saus tiram dapat memperkaya rasa umami hidangan.

3. Tumis Buncis Orak-arik Telur: Resep ini menawarkan kepraktisan dan kecepatan ekstra. Telur, sumber protein hewani yang mudah didapat, dipadukan dengan buncis yang renyah dan bumbu sederhana. Telur orak-arik memastikan protein yang cukup, sementara buncis memberikan vitamin dan serat. Hidangan ini fleksibel dan dapat dimodifikasi dengan menambahkan sayuran lain seperti wortel atau jagung muda. Ahli gizi klinis, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, MGizi, SpGK., menekankan pentingnya makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti zat besi, dalam bekal makanan. Kombinasi telur dan buncis ini memenuhi kebutuhan protein dan serat yang direkomendasikan.

Membawa bekal dari rumah, seperti tumis buncis ini, juga merupakan strategi efektif untuk mengelola anggaran rumah tangga. Sebuah laporan menunjukkan bahwa pengeluaran makan siang di luar kantor dapat menghabiskan sekitar Rp500.000 hingga Rp800.000 per bulan, yang dapat ditekan hingga setengahnya dengan membawa bekal. Selain itu, kontrol terhadap bahan baku dan cara memasak memastikan asupan gizi yang optimal dan higienis, menghindari makanan cepat saji yang seringkali tinggi kalori dan rendah nutrisi. Langkah ini, sejalan dengan panduan "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan, yang menganjurkan keseimbangan karbohidrat, protein, sayuran, dan buah dalam setiap porsi makan. Dengan demikian, pilihan tumis buncis untuk bekal kantor bukan sekadar pilihan kuliner, melainkan strategi terencana untuk kesehatan finansial dan fisik pekerja.