Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

7 Ayam Bakar Terbaik Jakarta: Pilihan Lezat yang Wajib Kamu Coba

2026-01-11 | 15:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T08:09:58Z
Ruang Iklan

7 Ayam Bakar Terbaik Jakarta: Pilihan Lezat yang Wajib Kamu Coba

Popularitas ayam bakar di Jakarta tetap tak tergoyahkan, bahkan di tengah gempuran ragam kuliner internasional, menunjukkan kekuatan gastronomi tradisional Indonesia dalam merespons selera pasar yang dinamis. Hidangan ayam panggang dengan bumbu khas ini bukan sekadar pilihan santapan, melainkan sebuah warisan budaya yang terus berevolusi dan digandrungi, menjadikannya penanda penting dalam peta kuliner ibu kota. Kekayaan rempah dan teknik pembakaran yang presisi menjadi kunci utama daya tarik ayam bakar, menarik jutaan penikmat kuliner mencari cita rasa otentik yang telah teruji waktu.

Ayam bakar memiliki jejak sejarah panjang dalam khazanah kuliner Nusantara. Meskipun catatan pasti mengenai penciptaan pertamanya tidak ditemukan, hidangan ini telah menjadi bagian integral dari berbagai budaya kuliner di Indonesia selama berabad-abad. Setiap daerah memiliki kekhasan, mulai dari Ayam Bakar Taliwang yang pedas dari Lombok, Ayam Bakar Kalasan dengan tekstur empuk dari Yogyakarta, hingga varian manis gurih khas Jawa. Perpaduan rasa manis dari kecap, gurihnya santan, dan sentuhan pedas dari cabai, diperkaya aroma bakaran arang, menciptakan kompleksitas rasa yang sulit ditolak. Di Jakarta, konvergensi berbagai pengaruh regional ini melahirkan sejumlah tempat makan legendaris yang mempertahankan standar kelezatan dari generasi ke generasi.

Untuk membantu para penikmat kuliner mengidentifikasi pilihan terbaik di antara ribuan penawaran, berikut adalah tujuh rekomendasi ayam bakar di Jakarta yang konsisten menyajikan kualitas premium, berdasarkan ulasan kritis dan popularitas berkelanjutan:

Ayam Bakar Mas Mono, yang berdiri sejak tahun 2001, dikenal luas berkat konsistensi rasa ayam bakar khas Jawanya yang manis legit dan bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam daging. Tekstur ayamnya lembut di bagian dalam dengan kulit yang sedikit garing. Sajiannya dilengkapi sambal lalapan segar, cah kangkung, dan taburan kremesan gurih. Paket nasi ayam bakar di cabangnya di Tebet, Jakarta Selatan, dibanderol mulai dari Rp 30.000.

Ayam Bakar Wong Solo merupakan legenda kuliner yang telah eksis sejak 1991. Restoran ini mengunggulkan penggunaan ayam pejantan berkualitas yang diolah dengan bumbu rahasia khas Solo, menghasilkan rasa gurih-manis yang harmonis saat dicocol dengan sambal korek pedasnya. Dari warung kecil, Wong Solo kini bertransformasi menjadi restoran besar dengan banyak cabang, termasuk di Tebet, Jakarta, dengan harga per porsi mulai dari Rp 37.000.

Ayam Bulungan, yang berlokasi di pusat kuliner Blok M, telah melayani pelanggan sejak tahun 1973. Ciri khasnya adalah penggunaan ayam kampung yang direbus dengan bumbu bacem hingga empuk sebelum dibakar. Cita rasa manis dan gurihnya terasa kuat di setiap gigitan, ditawarkan mulai dari Rp 30.000-an per potong.

Ayam Bakar Kambal, yang disebut beroperasi sejak 2001 dan telah populer puluhan tahun di Gandaria, Jakarta Selatan, menawarkan ayam bakar dengan bumbu olesan tebal yang menghasilkan rasa manis, asam, dan gurih. Daging ayamnya terasa juicy dan matang sempurna, dilengkapi dengan sambal pedas segar. Dengan rating Google 4.4 dari ribuan ulasan, harga seporsi nasi dan ayam bakar di sini dimulai dari Rp 25.000.

Ayam Bakar Ganthari, yang dibuka sejak 1994 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dikenal dengan bumbu rempah melimpah yang meresap hingga ke daging. Ayamnya dibakar hingga menghasilkan rasa sedikit pedas, gurih, dan manis, semakin lezat dengan sambal pedasnya. Harga satu porsi ayam bakar Ganthari sekitar Rp 30.000.

Ayam Bakar Pak Atok, yang populer sejak 1987 dan awalnya berasal dari Bogor, dikenal karena ayam kampung bakarnya yang memiliki rasa manis khas dari minyak kelapa, membedakannya dari ayam bakar lainnya. Restoran dengan konsep ala rumah makan khas Sunda ini menawarkan daging ayam yang empuk nan lembut, berselimut bumbu manis, gurih kaya rempah, dan aroma ketumbar. Cabang-cabangnya kini tersebar di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Bintaro Sektor 9.

Ayam Taliwang As'ad merepresentasikan ayam bakar Taliwang khas Lombok yang populer di Jakarta. Restoran ini, yang didirikan oleh pemilik asli Lombok, Heriadi As'ad, menggunakan ayam pejantan yang dibakar dengan celupan bumbu dan rempah pedas khas Lombok. Rasanya dominan pedas dengan sentuhan manis dan gurih, di mana bumbu meresap tebal hingga lapisan daging ayam terdalam. Satu ekor ayam bakar Taliwang dihargai sekitar Rp 75.000, dan dapat dipesan setengah porsi seharga Rp 40.000.

Keberlanjutan popularitas ayam bakar di Jakarta mencerminkan lebih dari sekadar preferensi rasa. Ini mengindikasikan ketahanan kuliner tradisional dalam menghadapi modernisasi, adaptasi terhadap selera konsumen, dan kemampuan para pelaku usaha untuk menjaga kualitas di tengah persaingan ketat. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa di tengah perubahan gaya hidup dan teknologi, nilai-nilai autentisitas dan warisan budaya tetap menjadi daya tarik kuat bagi penikmat kuliner di Jakarta, memastikan hidangan legendaris ini terus dinikmati generasi mendatang.