Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

5 Sate Maranggi Jakarta Terlezat: Daging Empuknya Lumer, Bumbu Meresap Maksimal

2026-01-12 | 17:29 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T10:29:58Z
Ruang Iklan

5 Sate Maranggi Jakarta Terlezat: Daging Empuknya Lumer, Bumbu Meresap Maksimal

Pencarian akan sate maranggi dengan potongan daging empuk dan bumbu meresap sempurna di Jakarta terus menjadi fokus utama para penikmat kuliner, menegaskan status hidangan khas Purwakarta ini sebagai komoditas gastronomi yang diincar di ibu kota. Sejumlah destinasi kuliner telah mapan dalam menyajikan interpretasi sate maranggi yang konsisten memenuhi ekspektasi tersebut, menandakan adaptasi dan apresiasi pasar urban terhadap kekayaan cita rasa tradisional.

Sate maranggi, yang secara historis memiliki akar kuat di Jawa Barat, khususnya Purwakarta dan Cianjur, dikenal karena proses marinasi dagingnya yang intens dengan beragam rempah sebelum dibakar, menghilangkan kebutuhan akan saus kacang pendamping yang umum pada jenis sate lain. Campuran ketumbar, bawang, gula aren, jahe, lengkuas, kunyit, dan sedikit cuka memberikan profil rasa gurih-manis yang khas dan meresap mendalam ke serat daging. Popularitas sate ini di Jakarta tidak hanya mencerminkan selera konsumen yang mencari keautentikan, tetapi juga menggambarkan dinamika migrasi kuliner tradisional ke kota metropolitan, di mana kelezatan menjadi penentu kelangsungan usaha di tengah persaingan ketat. Keberadaan sate maranggi di Jakarta juga menunjukkan bagaimana warisan kuliner dapat beradaptasi dan tetap relevan di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, sekaligus berkontribusi pada ekonomi kreatif lokal.

Dari berbagai penelusuran, lima tempat di Jakarta menonjol dalam menyajikan sate maranggi dengan kriteria daging empuk dan bumbu meresap:

Sate Maranggi Guru Mughni, yang berlokasi di kawasan Karet Semanggi dan Radio Dalam, Jakarta Selatan, secara konsisten disebut-sebut sebagai salah satu andalan. Konsumen memuji "potongan daging yang empuk dengan bumbu meresap tak kalah enak dari sate maranggi di Purwakarta". Penggunaan potongan daging sapi has dalam (tenderloin) pada sate di tempat ini diklaim menjadi kunci kelembutan dan serat daging yang halus, dengan bumbu ketumbar yang meresap sempurna hingga ke dalam. Rempah-rempah yang meresap serta sentuhan pedas pada olesannya memberikan karakter rasa yang berbeda, menegaskan identitas sate maranggi versi Jakarta.

Selanjutnya, Sate Maranggi Ibu Hj Yayah di Duren Tiga, Jakarta Selatan, telah menjadi langganan sejak tahun 2001. Keberadaan tempat makan ini, yang bahkan pernah dicicipi oleh pakar kuliner mendiang Bondan Winarno, membuktikan reputasi kelezatan yang telah teruji waktu. Pelanggan seringkali menyoroti "satenya enak" dan "empuk" dengan pilihan sate sapi tanpa lemak yang disajikan bersama bumbu kecap dan tomat, tanpa saus kacang. Ulasan GoFood juga menunjukkan tingginya rating kepuasan pelanggan terhadap cita rasa yang "enak" dan "disajikan segar".

Sate Maranggi Haji Yetty Cabang Cempaka Putih juga mendapat pengakuan luas. Deskripsi menyebutkan "bumbu yang meresap hingga ke dalam daging" dan "daging kambingnya empuk, ga bau prengus, bumbunya pas meresap". Tempat ini menawarkan pilihan sate kambing, sapi, dan ayam, dengan penekanan pada kualitas daging yang lembut dan bumbu yang kuat. Konsumen seringkali memesan berbagai jenis sate untuk merasakan perbedaan karakternya, meskipun sate maranggi asli identik dengan daging sapi.

Di kawasan Tebet Timur Dalam, Sate Maranggi H. Kukuh menjadi destinasi populer. Dikenal dengan menu sate maranggi original yang menggunakan daging sapi has dalam dan sandung lamur, sate di sini memiliki tekstur yang "juicy dan gurih dari lapisan dagingnya". Potongan daging yang besar dan bumbu yang "menggoyang lidah" menjadi daya tarik utama, menjadikannya pilihan favorit bagi mereka yang mencari cita rasa autentik Purwakarta tanpa harus bepergian jauh.

Terakhir, Sate Maranggi Mang Uddi, dengan beberapa cabang termasuk di Pondok Indah dan Kemang, dikenal dengan "dagingnya yang luar biasa empuk" dan "bagian lemaknya lumer" yang menambah kenikmatan. Warung sederhana ini telah dikenal akan keseriusannya dalam mengolah sate maranggi, seringkali menjadi pilihan untuk acara-acara besar karena konsistensi rasanya. Pilihan daging sapi maupun campuran daging dan lemak menjadi favorit dengan racikan bumbu khas yang meresap sempurna.

Kehadiran dan keberlangsungan gerai-gerai sate maranggi premium ini di Jakarta mengindikasikan lebih dari sekadar tren kuliner; ini adalah bukti nyata resiliensi dan adaptasi hidangan tradisional dalam pasar yang dinamis. Di tengah ancaman kepunahan kuliner lokal yang disoroti oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, inisiatif pelaku usaha untuk mempertahankan keaslian rasa dan kualitas seperti pada sate maranggi ini menjadi sangat penting dalam menjaga identitas budaya dan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tanpa upaya pelestarian dan inovasi yang berkelanjutan, Direktur Kuliner Kemen Ekraf Andy Ruswar memperingatkan bahwa kuliner nusantara bisa punah dalam dua dekade mendatang. Oleh karena itu, popularitas sate maranggi dengan kualitas prima di Jakarta ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi penanda vitalitas warisan kuliner Indonesia.