Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tragedi Mesin Kue Bakery: Karyawan Tewas, Harga Es Teh Tawar Rp150 Ribu Bikin Heboh

2025-12-14 | 22:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-14T15:23:15Z
Ruang Iklan

Tragedi Mesin Kue Bakery: Karyawan Tewas, Harga Es Teh Tawar Rp150 Ribu Bikin Heboh

Dunia kuliner kembali diwarnai oleh insiden tragis dan fenomena harga yang mengejutkan, menyoroti isu keselamatan kerja di industri pangan serta perdebatan mengenai nilai sebuah minuman sederhana.

Di Korea Selatan, sebuah tragedi menimpa seorang karyawati berusia 23 tahun di pabrik roti Paris Baguette di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, pada 15 Oktober 2022. Karyawati tersebut tewas setelah tergilas mesin pengaduk saus saat bekerja sendirian pada shift malam. Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh rekan kerja keesokan harinya. Insiden ini memicu gelombang kemarahan publik dan seruan boikot terhadap Paris Baguette dan induk perusahaannya, SPC Group. Kecaman publik semakin meningkat lantaran pabrik tetap melanjutkan produksi sehari setelah kecelakaan, dengan karyawan lain diminta bekerja di samping lokasi kejadian. Selain itu, perusahaan disebut-sebut mencoba bernegosiasi damai dengan keluarga korban pada malam pemakaman, menawarkan penyelesaian dengan syarat tidak mengajukan tuntutan. Insiden serupa juga pernah terjadi di Mojokerto pada tahun 2011, di mana Dodik Nurwanto (19) tewas setelah terpeleset dan masuk ke mesin penggilingan roti. Di Singapura pada tahun 2018, Ng Sew Kuang (73), pemilik Ng Kian Seng Confectionery, juga meninggal dunia setelah jatuh ke dalam mesin pembuat adonan.

Sementara itu, perbincangan hangat di media sosial juga menyeruak mengenai harga segelas es teh tawar yang mencapai Rp 150.000. Kejadian ini dialami oleh seorang pembeli di Sofia Restaurant, Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan. Keterkejutan pembeli, yang beberapa laporan mengidentifikasinya sebagai TikToker Jessie, menjadi viral karena harga es teh tawar yang jauh melampaui rata-rata. Pihak restoran menjelaskan bahwa es teh tersebut menggunakan "Kaya Tea" yang diimpor dari Kanada, sebuah merek teh premium atau organik. Meskipun demikian, pembeli merasa rasanya "biasa saja" dan tidak sebanding dengan harganya yang fantastis. Fenomena es teh mahal juga pernah disorot sebelumnya, seperti es teh TWG Tea yang harganya mencapai ratusan ribu rupiah dan es teh di Villa Dining Banyan Tree Bintan seharga Rp 98.000. Kasus ini memicu diskusi luas di kalangan warganet mengenai standar harga di restoran mewah dan ekspektasi konsumen terhadap kualitas produk.