Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Solo Insider: 7 Kuliner Favorit Warga Lokal yang Terbukti Enaknya

2025-12-28 | 17:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T10:33:54Z
Ruang Iklan

Solo Insider: 7 Kuliner Favorit Warga Lokal yang Terbukti Enaknya

Surakarta, Indonesia—Jejak kuliner tradisional Kota Solo terus menarik perhatian, dengan rekomendasi dari warga lokal menjadi barometer utama keaslian rasa di tengah gempuran tren makanan modern. Data menunjukkan bahwa sektor kuliner memainkan peran sentral dalam ekonomi lokal dan pariwisata, sebuah fakta yang menggarisbawahi pentingnya mempertahankan cita rasa otentik yang dihargai oleh penduduk setempat. Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Surakarta, Andre Rahmanto, pada Agustus 2024, menegaskan bahwa kuliner merupakan salah satu andalan utama wisata Solo. Tingginya minat terhadap gastronomi lokal terbukti berkontribusi signifikan terhadap minat berwisata, dengan sebuah studi menemukan pengaruh mencapai 65,5%.

Kota Solo, yang dikenal dengan kekayaan budaya Jawa, telah lama menjadi rumah bagi beragam hidangan yang merupakan hasil akulturasi budaya dari masa kolonial, termasuk pengaruh Tionghoa, Arab, dan Eropa. Cita rasa masakan Solo umumnya didominasi gurih dan manis, sebuah karakter yang membedakannya dari daerah lain dan menciptakan daya tarik tersendiri. Perputaran ekonomi dari sektor kuliner di Solo juga terbilang tinggi, dengan lebih dari 3.000 dari total 11.157 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo bergerak di bidang kuliner. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Wahyu Kristina, pada Juli 2023, menyoroti keberagaman kuliner Solo dengan harga terjangkau sebagai pemicu pertumbuhan wirausaha baru.

Dalam upaya menjaga kenyamanan wisatawan dan integritas harga, Wali Kota Solo pada Desember 2025 menekankan pentingnya bagi pelaku usaha kuliner untuk secara tertib memasang label harga. Penekanan pada transparansi ini sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, terutama pada periode liburan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta, Aryo Widyandoko, melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mulai meningkat signifikan sejak pertengahan Desember, dengan Keraton Surakarta Hadiningrat dan Puro Mangkunegaran menjadi destinasi favorit. Fenomena ini turut mengatrol popularitas titik-titik kuliner di seluruh kota.

Berikut adalah tujuh destinasi kuliner yang secara konsisten direkomendasikan oleh warga lokal sebagai "asli enak, bukan settingan," mencerminkan warisan kuliner sejati Solo:

Nasi Liwet Wongso Lemu, yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Keprabon, Banjarsari, telah beroperasi sejak tahun 1950-an dan menjadi ikon kuliner khas Solo. Disajikan secara lesehan di pinggir jalan dengan iringan musik keroncong, pengalaman bersantap di sini menawarkan nuansa otentik yang kental. Hidangan nasi gurih yang dimasak dengan santan, disajikan bersama suwiran ayam, telur pindang, labu siam, dan areh kental, merupakan perpaduan rasa yang konsisten memikat warga Solo maupun pengunjung.

Sate Buntel Mbok Galak, yang terletak di Jalan Mangun Sarkoro, Banyuanyar, dikenal luas sebagai salah satu sate legendaris Solo dan bahkan menjadi langganan para pejabat tinggi negara, termasuk Presiden. Sate ini unik karena terbuat dari cincangan daging kambing yang dibungkus lemak tipis, kemudian dibakar hingga matang dan empuk, menghasilkan aroma khas yang kuat.

Timlo Sastro, yang berdiri sejak 1952 dan berlokasi tidak jauh dari Pasar Gede, menyajikan sup bening khas Solo yang ringan namun gurih. Isiannya meliputi telur pindang, bihun, jamur kuping, dan sosis solo buatan sendiri yang kenyal dan padat daging, menjadikannya pilihan sarapan atau makan siang yang tidak terlalu berat namun memuaskan.

Selat Solo Mbak Lies, yang berada di Jalan Yudhistira No. 9, Serengan, menawarkan hidangan hasil perpaduan unik antara cita rasa Eropa dan Jawa. Menu andalannya, selat solo, terdiri dari irisan daging sapi rebus, kentang, telur, wortel, dan buncis, disiram kuah manis gurih dengan sentuhan asam yang khas. Restoran ini, yang telah berdiri sejak 1987, telah memantapkan posisinya sebagai representasi akulturasi kuliner Solo.

Soto Gading 1, terletak di Jalan Brigjen Sudiarto, Gading, merupakan warung soto favorit yang dikenal luas, termasuk sebagai langganan mantan presiden Jokowi. Kuah beningnya yang kaya rempah, dipadukan dengan suwiran ayam, bihun, dan irisan kentang goreng, menciptakan hidangan sarapan atau makan siang yang segar dan ringan, mencerminkan selera makan bersahaja warga Solo.

Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno, di Jalan Wolter Monginsidi, Setabelan, menawarkan gudeg dengan karakter rasa yang lebih gurih dibandingkan gudeg Yogyakarta, dan menjadi favorit untuk disantap mulai malam hingga dini hari. Ceker ayam yang dimasak hingga sangat empuk dan bumbu yang meresap sempurna adalah daya tarik utama hidangan ini, menciptakan pengalaman kuliner malam yang istimewa.

Tahu Kupat Solihin, atau juga dikenal sebagai Tahu Kupat Sido Mampir, berlokasi di Jalan Adi Sumarmo No. 15B, dekat Masjid Solihin, dan telah menjadi pilihan sarapan yang tak pernah sepi sejak 1977. Sepiring tahu kupat berisi ketupat, tahu goreng, kol, taoge, mi kuning, dan siraman kecap manis gurih ini menawarkan rasa sederhana namun sangat adiktif dengan harga yang ramah kantong.

Ketujuh kuliner ini bukan sekadar hidangan, melainkan narasi panjang tentang adaptasi budaya, ketekunan pelaku usaha, dan apresiasi mendalam masyarakat Solo terhadap cita rasa yang jujur. Kehadiran mereka menegaskan bahwa di tengah modernisasi, warisan gastronomi otentik tetap menjadi magnet kuat yang tak lekang oleh waktu, serta pilar vital dalam memperkuat identitas dan ekonomi kota Solo.