Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sensasi Sushi Telanjang di Ultah Kanye West & Geger Nasi Lemak

2025-12-03 | 19:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T12:33:25Z
Ruang Iklan

Sensasi Sushi Telanjang di Ultah Kanye West & Geger Nasi Lemak

Penyelenggaraan pesta ulang tahun ke-46 rapper ternama Kanye West pada 10 Juni 2023 lalu memicu gelombang kontroversi di media sosial setelah diketahui menyajikan sushi di atas tubuh wanita telanjang, sebuah praktik yang dikenal sebagai Nyotaimori. Pesta pribadi yang dihadiri oleh putrinya, North West, dan pasangannya, Bianca Censori, itu menampilkan wanita yang berbaring di meja dengan sushi dan sashimi yang diletakkan di atas tubuh mereka, meskipun beberapa laporan menyebutkan makanan tersebut ditempatkan di atas daun sanitasi atau wanita mengenakan bikini warna kulit. Keputusan West untuk menyajikan makanan dengan cara non-tradisional ini menuai kritik tajam dari banyak pihak yang menyebutnya misoginis dan bermasalah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa ini adalah praktik budaya Jepang yang artistik.

Sementara itu, di ranah kuliner Asia Tenggara, nasi lemak, hidangan ikonik yang dicintai banyak orang, juga tidak luput dari berbagai keributan. Salah satu yang paling baru adalah kehebohan seputar "nasi lemak babi" pada November 2023. Versi non-halal dari hidangan nasional ini, yang menggunakan daging babi, memicu perdebatan meskipun vendor-vendor tersebut secara jelas menyatakan bahwa makanan yang mereka jual tidak halal. Presiden Asosiasi Pemilik Restoran Muslim Malaysia (PRESMA), Datuk Jawahar Ali Taib Khan, sempat menyatakan keberatan, namun otoritas kota dan juru bicara agama tidak menemukan masalah dengan praktik tersebut, asalkan informasi non-halal disampaikan dengan jelas. Ironisnya, kontroversi ini justru menyebabkan peningkatan permintaan yang signifikan bagi penjual nasi lemak babi, terutama dari kalangan pecinta kuliner non-Muslim.

Keributan lain yang mencuat pada April 2025 datang dari Malaysia, ketika seorang penjual nasi lemak kaki lima di Jalan Gombak menjadi viral di TikTok setelah mengeluhkan tempat jualannya dipagar oleh dewan lokal, yang menghalangi operasionalnya. Pedagang tersebut mengklaim bahwa permohonan izinnya ditolak. Netizen menanggapi dengan menunjukkan bahwa tidak semua lokasi pinggir jalan cocok untuk berjualan karena masalah keamanan atau lalu lintas, menyoroti kompleksitas perizinan usaha kecil.

Sebelumnya, pada periode 2019-2021, Singapura dikejutkan dengan kontroversi seputar grup obrolan Telegram bernama "SG Nasi Lemak". Grup ini menjadi platform untuk berbagi foto dan video cabul, yang diyakini banyak melibatkan wanita Singapura. Seorang administrator grup, Liong Tianwei, divonis hukuman penjara sembilan minggu dan denda S$26.000 pada Maret 2021 atas tuduhan mendistribusikan materi cabul dan memfasilitasi layanan seksual. Administrator lain, Leonard Teo Min Xuan, juga mengaku bersalah pada Mei 2021 atas perannya dalam grup yang mencapai 44.000 anggota ini. Kontroversi ini, meskipun tidak langsung terkait dengan hidangan kuliner nasi lemak, menggunakan namanya dan menjadi berita utama yang signifikan di wilayah tersebut.

Nasi lemak juga seringkali menjadi subjek "pertarungan makanan" antara Malaysia dan Singapura, dengan perdebatan mengenai asal-usul dan versi terbaik hidangan tersebut, seperti yang pernah disorot oleh Channel News Asia. Berbagai insiden ini menunjukkan bagaimana makanan, terutama hidangan yang begitu ikonik dan dicintai, dapat menjadi pusat perhatian dan memicu diskusi luas, baik itu tentang etika penyajian, regulasi bisnis, bahkan hingga isu sosial dan moral.