
Seorang warganet di media sosial baru-baru ini menyuarakan kekecewaannya mengenai harga sate babi yang dibelinya di kawasan Pantai Sanur, Bali. Keluhan tersebut dibagikan melalui akun Twitter @FOOD_FESS pada tanggal 24 Januari, dan segera menarik perhatian publik dengan mencapai 14.800 tayangan. Warganet yang tidak disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa ia membeli seporsi sate babi seharga Rp 20.000, namun merasa harga tersebut terlalu mahal karena ia biasa membeli sate babi dengan harga Rp 15.000. Sate babi yang dibeli tersebut tampak disajikan lengkap dengan lontong.
Perbandingan harga di beberapa tempat makan sate babi di Sanur menunjukkan variasi. Misalnya, Warung Sate Babi Pan Anggi di Sanur menawarkan tujuh tusuk sate babi seharga Rp 13.000, atau paket sate babi lengkap dengan nasi dan es teh seharga Rp 18.000. Sementara itu, Warung Sate dan Balung Babi Sumerta Dana di Sanur menjual sate babi mulai dari Rp 10.000 untuk porsi bungkus dan Rp 25.000 untuk makan di tempat. Untuk pilihan yang lebih lengkap, Warung Babi Guling Sanur juga menyediakan sepuluh tusuk sate babi seharga Rp 60.000. Perbedaan harga ini memicu diskusi di kalangan warganet mengenai kewajaran harga kuliner di destinasi wisata. Kejadian ini kembali menyoroti sensitivitas konsumen terhadap harga makanan di daerah-daerah turis, di mana ekspektasi harga seringkali berbeda dengan realitas yang ditemukan di lapangan.