
Garang Asem Ayam, hidangan tradisional khas Jawa Tengah yang dikenal dengan cita rasa asam, gurih, dan pedas, kini semakin diminati dalam versi tanpa santan sebagai pilihan yang lebih sehat. Kreasi ini menawarkan kelezatan otentik tanpa mengurangi kenikmatan, sekaligus mendukung gaya hidup yang memperhatikan asupan kalori dan kolesterol.
Garang asem ayam secara tradisional kerap disajikan dengan kuah kental yang diperoleh dari santan. Namun, untuk mereka yang ingin mengurangi lemak dan kalori, versi tanpa santan menjadi alternatif yang sangat baik. Menghilangkan santan membuat hidangan ini lebih rendah kalori, kaya protein dari ayam, serta tetap menyegarkan berkat kandungan vitamin C dari belimbing wuluh dan tomat hijau.
Proses pembuatan garang asem ayam tanpa santan umumnya melibatkan beberapa langkah kunci. Pertama, potongan ayam, baik ayam kampung maupun ayam negeri, dibersihkan dan dilumuri bumbu halus yang terdiri dari bawang putih, jahe, kunyit, dan kemiri. Setelah itu, ayam dimarinasi agar bumbu meresap sempurna.
Bumbu lain yang menjadi ciri khas garang asem meliputi bawang merah, bawang putih, daun salam, daun jeruk, lengkuas, serta serai. Cita rasa asam segar diperoleh dari belimbing wuluh dan tomat hijau yang diiris kasar. Cabai rawit utuh atau irisan ditambahkan untuk memberikan sentuhan pedas yang khas. Beberapa resep juga menyarankan penambahan air asam jawa untuk memperkuat rasa asam.
Metode memasak garang asem ayam tanpa santan yang populer adalah dengan cara dikukus. Potongan ayam yang sudah dibumbui dan dicampur dengan irisan bumbu, belimbing wuluh, dan tomat hijau, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan disemat dengan lidi. Pengukusan selama kurang lebih 45 menit hingga ayam lunak dan kaldu keluar akan menghasilkan aroma yang lebih sedap dan tekstur ayam yang sangat empuk. Selain dikukus, ada pula variasi yang dimasak langsung dalam panci, dimana ayam ditumis bersama bumbu hingga matang dan air menyusut.
Meskipun tanpa santan, garang asem ayam tetap mampu menyajikan perpaduan rasa asam, gurih, dan pedas yang seimbang, menjadikannya pilihan menu makan yang lezat dan sehat untuk dinikmati bersama nasi hangat. Hidangan ini cocok untuk segala usia dan dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin menikmati masakan tradisional tanpa khawatir akan kolesterol tinggi.