
Dalam dunia perkopian yang semakin beragam, seringkali muncul minuman dengan tampilan serupa namun memiliki karakteristik yang berbeda. Salah satu kebingungan yang umum dialami penikmat kopi adalah membedakan antara Piccolo dan Latte. Meskipun keduanya adalah minuman kopi berbasis susu yang sama-sama menarik secara visual, terdapat perbedaan mendasar yang membuat pengalaman menikmatinya tidak serupa.
Latte, atau yang dalam bahasa Italia disebut Caffè Latte, secara harfiah berarti kopi susu. Minuman populer ini dipercaya sudah ada sejak abad ke-17 di Italia dan semakin dikenal luas di kedai kopi modern sejak abad ke-20. Latte biasanya disajikan dalam gelas atau cangkir yang lebih besar, dengan volume sekitar 230-240 ml atau lebih. Komposisinya terdiri dari satu atau dua shot espresso (sekitar 60 ml jika menggunakan double shot) yang dicampur dengan susu kukus dalam jumlah banyak, sekitar 180 ml, dan diakhiri dengan lapisan busa susu yang tipis, sekitar 1 cm. Perbandingan susu dengan kopi pada caffè latte bisa mencapai 2:1 atau bahkan 1:3 hingga 1:5 untuk ukuran yang lebih besar, sehingga menghasilkan rasa yang lebih lembut, creamy, dan dominasi rasa susu yang kuat. Ciri khas latte juga sering ditonjolkan melalui seni lukis di atas busa susu atau yang dikenal dengan latte art.
Di sisi lain, Piccolo adalah minuman kopi susu yang berasal dari Spanyol, meskipun beberapa sumber menyebutkan popularitasnya berkembang pesat di Australia pada tahun 2000-an. Nama "Piccolo" sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti "kecil", merujuk pada ukurannya yang memang mini. Minuman ini disajikan dalam gelas kecil berukuran sekitar 85-114 ml (3-4 ounce), seringkali menggunakan gelas demitasse atau cangkir espresso kecil. Piccolo dibuat dengan satu shot espresso (sekitar 20-30 ml) yang dicampur dengan sedikit susu yang telah di-steam (sekitar 40-60 ml) dan lapisan microfoam yang tipis. Dengan proporsi susu yang jauh lebih sedikit dibandingkan latte, Piccolo menawarkan rasa kopi yang lebih kuat, pekat, dan intens, namun tetap seimbang dengan sentuhan manis dari susu. Rasa kopi yang dominan inilah yang menjadi daya tarik utama bagi penikmat kopi yang menginginkan karakter kopi yang kuat dalam sajian yang tidak terlalu creamy.
Perbedaan utama antara Piccolo dan Latte dapat diringkas sebagai berikut:
1. Ukuran Penyajian: Latte disajikan dalam gelas yang lebih besar (230-240 ml atau lebih), sedangkan Piccolo disajikan dalam gelas yang jauh lebih kecil (85-114 ml).
2. Takaran Espresso: Piccolo umumnya menggunakan satu shot espresso (20-30 ml), sementara latte seringkali menggunakan satu hingga dua shot espresso (sekitar 60 ml).
3. Jumlah dan Rasio Susu: Piccolo menggunakan susu yang jauh lebih sedikit (sekitar 40-60 ml) dibandingkan latte (sekitar 180 ml). Ini menghasilkan rasio kopi-susu yang berbeda secara signifikan, di mana rasa kopi lebih menonjol pada piccolo.
4. Profil Rasa: Piccolo memiliki rasa kopi yang lebih kuat, pekat, dan intens. Sementara itu, latte cenderung lebih lembut, manis, dan milky karena dominasi susu.
5. Ketebalan Busa Susu: Meskipun keduanya memiliki microfoam tipis, ada yang menyebutkan foam pada piccolo mungkin sedikit lebih tebal atau memiliki tekstur yang berbeda karena proses steaming susu yang lebih sedikit udara dibandingkan cappuccino. Namun, secara umum, latte juga dikenal dengan foam tipis yang ideal untuk latte art.
Dengan memahami perbedaan ini, penikmat kopi dapat memilih minuman yang paling sesuai dengan preferensi rasa dan intensitas kopi yang diinginkan, baik itu latte yang creamy dan lembut, maupun piccolo yang kecil namun kaya rasa.