Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pecah Bosan Gudeg: 5 Spot Kuliner Jogja Terbaru yang Viral dan Wajib Dicoba

2025-12-26 | 18:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T11:18:06Z
Ruang Iklan

Pecah Bosan Gudeg: 5 Spot Kuliner Jogja Terbaru yang Viral dan Wajib Dicoba

Yogyakarta, sebuah kota yang identik dengan kelezatan gudeg, kini menyaksikan pergeseran lanskap kuliner yang signifikan dengan munculnya lima destinasi makan baru yang menarik perhatian publik sepanjang tahun 2025. Pergeseran ini mencerminkan dinamika preferensi konsumen dan strategi inovatif para pelaku usaha yang mulai melampaui identitas tradisional kota ini. Fenomena ini tidak hanya memperkaya pilihan bagi wisatawan dan warga lokal, tetapi juga menandai evolusi dalam industri pariwisata gastronomi Yogyakarta.

Pertumbuhan industri penyedia makanan dan minuman di Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkembang setiap tahun, didorong oleh peningkatan kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional. Data industri menunjukkan Yogyakarta mengalami peningkatan inovasi kuliner pada tahun 2025, dengan banyaknya restoran dan kafe baru yang menawarkan konsep unik. Sektor kuliner kini menjadi elemen strategis dalam membentuk citra dan merek destinasi pariwisata.

Di tengah tren ini, Soi 22, sebuah restoran yang berlokasi di All Day Place Kotabaru, Jalan Patimura No. 3, Gondokusuman, Yogyakarta, berhasil menarik perhatian dengan sajian hidangan Thailand autentik. Restoran ini menyuguhkan masakan Thailand dengan resep asli dan interior modern yang estetik. Pilihan menu bervariasi dari Salmon Yum hingga Tom Yum Mama, dengan harga berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 72.000. Soi 22 menjadi contoh bagaimana kuliner internasional dapat menemukan pasar yang kuat di Yogyakarta.

Selanjutnya, Roka Ramen di Jl. Sidokabul No.8, Sorosutan, Yogyakarta, menjadi viral berkat porsi besar dan harga ekonomis yang sangat menarik bagi mahasiswa dan wisatawan. Satu porsi ramen seharga sekitar Rp 20.000 diklaim dapat dinikmati hingga empat orang. Antrean panjang seringkali menjadi pemandangan biasa di tempat ini, membuktikan daya tariknya sebagai "ramen kaki lima rasa bintang lima" yang populer di media sosial.

Sasmaka Dining, yang berlokasi di kawasan Kaliurang, Sleman, menawarkan pengalaman bersantap dengan konsep pegunungan yang menenangkan. Restoran ini memadukan hidangan lokal dan Barat dengan suasana alam yang asri, memberikan pengalaman "healing" bagi pengunjung. Konsep ini sejalan dengan keinginan wisatawan modern, khususnya generasi milenial, yang mencari pengalaman otentik dan interaktif dengan budaya lokal serta suasana yang berbeda.

Butterman, sebuah kafe yang terletak di Ruko Demangan, Jl. Demangan Baru No.16 Kav 3, Caturtunggal, Depok, menjadi pusat perhatian bagi pecinta kuliner, terutama mereka yang menggemari pastry berkualitas tinggi. Kafe ini menyajikan aneka pastry seperti butter cake, croissant artisanal, serta pie, dilengkapi dengan pilihan kopi spesial, teh, dan jus segar. Interior minimalis yang modern dan nyaman menjadikan Butterman tempat ideal untuk bersantai dan berfoto, sesuai dengan tren kafe "Instagrammable" yang terus menjamur.

Terakhir, Kancane Coffee & Tea Bar menawarkan konsep kafe industrial ruang terbuka dengan pemandangan sawah yang asri dari area atap dan taman. Terletak di timur Jogja, tempat ini menjadi hits di kalangan anak muda, menyajikan berbagai menu mulai dari Nasi Pincuk khas hingga pasta, selain kopi dan teh. Peran coffee shop sebagai ruang kreatif juga mendorong pariwisata budaya di Yogyakarta, dengan beberapa inisiatif yang berfokus pada penggunaan bahan lokal dan kolaborasi dengan seniman.

Munculnya tempat-tempat kuliner baru ini menunjukkan Yogyakarta tidak lagi bergantung sepenuhnya pada identitas gudegnya. Industri kuliner kota ini semakin beragam, adaptif terhadap tren global, dan memanfaatkan platform digital seperti TikTok untuk meraih popularitas. Perkembangan ini tidak hanya memperkaya pengalaman gastronomi, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada penguatan sektor pariwisata daerah. Pemerintah daerah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong kuliner Nusantara untuk mendunia, dengan tren makanan viral seperti berbagai kreasi ayam goreng dan Matcha Latte yang diprediksi tetap menjadi favorit hingga tahun 2026. Pergeseran ini mengindikasikan bahwa daya tarik kuliner Yogyakarta akan terus berevolusi, menawarkan inovasi tanpa melupakan akar budaya yang kuat.