Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pastry Viral Cihapit: Buruan Habis, Jadi Rebutan di Pasar.

2025-12-25 | 23:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-25T16:20:11Z
Ruang Iklan

Pastry Viral Cihapit: Buruan Habis, Jadi Rebutan di Pasar.

Sejumlah konsumen harus menerima kenyataan tanpa membawa pulang pastry pilihan mereka di Pasar Cihapit, Bandung, Rabu (24/12/2025), ketika pasokan croissant artisanal dari toko roti "Rasa Pagi" menipis drastis hanya dalam waktu tiga jam setelah pasar dibuka, memicu kekecewaan di antara pembeli yang telah mengantre sejak pagi. Fenomena ini, yang bukan kejadian baru, menyoroti tantangan berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner dalam mengelola lonjakan permintaan akibat popularitas viral di media sosial serta tekanan untuk mempertahankan kualitas dan ketersediaan di pasar tradisional.

Popularitas pastry, khususnya croissant pistachio dan kouign-amann dari Rasa Pagi, telah melonjak signifikan sepanjang tahun 2024 hingga 2025, sebagian besar didorong oleh ulasan positif dari food blogger dan platform seperti TikTok dan Instagram. Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan kuliner ke area Cihapit sebesar 18% pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan UMKM makanan di pasar tersebut melaporkan peningkatan omzet rata-rata 35% pada paruh pertama 2025. Namun, lonjakan permintaan ini juga mengekspos kerentanan dalam rantai pasok dan kapasitas produksi.

Rasa Pagi, yang didirikan oleh pasangan muda pengusaha kuliner, awalnya beroperasi dengan skala kecil, mengandalkan oven kapasitas terbatas dan tim produksi yang ramping. "Kami tidak pernah menyangka akan seramai ini," ujar Bunga Lestari, salah satu pemilik Rasa Pagi, dengan raut wajah lelah saat ditemui di sela-sela melayani pembeli yang masih berharap. "Setiap hari kami menambah produksi, tetapi tetap saja tidak cukup. Kami harus menjaga kualitas setiap pastry, dan itu butuh waktu serta bahan baku premium." Ketersediaan bahan baku seperti mentega impor berkualitas tinggi dan pistachio segar, yang menjadi ciri khas produk mereka, juga menjadi kendala. Fluktuasi harga komoditas global dan isu logistik seringkali mengganggu pasokan, menambah tekanan pada produsen kecil.

Situasi ini bukan hanya dialami Rasa Pagi, melainkan cerminan tren yang lebih luas di Pasar Cihapit, yang telah bertransformasi menjadi salah satu sentra kuliner inovatif di Bandung. Pasar yang dulunya didominasi oleh pedagang kebutuhan pokok, kini menjadi magnet bagi kedai kopi artisanal, makanan fusion, dan camilan kekinian yang cepat viral. "Pasar Cihapit adalah studi kasus menarik tentang bagaimana pasar tradisional dapat beradaptasi dan berkembang di era digital," kata Dr. Satrio Wicaksono, ekonom dari Universitas Padjadjaran. "Namun, pemerintah daerah dan pelaku UMKM perlu berkolaborasi untuk mengatasi isu kapasitas, sanitasi, dan manajemen keramaian agar pertumbuhan ini berkelanjutan. Tanpa perencanaan yang matang, popularitas bisa menjadi bumerang, mengikis kualitas pelayanan atau bahkan menciptakan ketidakpuasan konsumen."

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung sebelumnya telah meluncurkan program pelatihan bagi UMKM di Pasar Cihapit untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran digital. Namun, adaptasi terhadap lonjakan permintaan yang ekstrem memerlukan investasi lebih besar pada infrastruktur dan teknologi. "Kami sedang mengkaji potensi perluasan area produksi dan mencari solusi pasokan jangka panjang," kata Lestari, merujuk pada rencana strategis Rasa Pagi. "Mungkin juga membangun fasilitas yang lebih besar di luar pasar untuk memenuhi permintaan online, sambil tetap mempertahankan gerai di sini sebagai ikon." Implikasi jangka panjang dari fenomena "pastry viral" ini bisa berdampak pada struktur ekonomi pasar tradisional. Jika tidak ditangani dengan baik, daya tarik karena kelangkaan dapat berubah menjadi frustrasi konsumen, mengancam reputasi penjual dan pasar itu sendiri. Di sisi lain, dengan strategi yang tepat, popularitas ini dapat menjadi motor penggerak bagi UMKM lokal untuk meningkatkan skala bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan bahkan menarik investasi, sekaligus mendorong Pasar Cihapit untuk semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi kuliner utama di Jawa Barat.

"Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung: Laporan Kunjungan Wisatawan Kuliner Q3 2025".
"Rasa Pagi Official Instagram".
"Analisis Tren UMKM Kuliner Bandung 2025 - Kementerian Koperasi dan UKM".
"Wawancara Eksklusif dengan Dr. Satrio Wicaksono, Ekonom UNPAD".