
Festival kuliner "Nusantara By The Beach" yang berlangsung pada 20-21 Desember 2025 di CBD Beachwalk, PIK 2, Jakarta, berhasil menarik perhatian publik dengan menyajikan beragam hidangan otentik Nusantara, termasuk tiga olahan babi populer: Sate Babi Manis 88, Kwetiau Alas Daun, dan Krukubill. Acara ini menandai upaya berkelanjutan untuk mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus memperkenalkan area rekreasi pantai baru kepada pengunjung dari berbagai kalangan.
Kehadiran hidangan babi dalam festival kuliner semacam ini merefleksikan signifikansi historis dan kultural daging babi di beberapa wilayah Nusantara. Sebelum masuknya Islam, babi merupakan salah satu sumber protein hewani utama, dengan bukti arkeologis seperti fosil dan lukisan gua di Maros, Sulawesi Selatan, serta relief di Candi Borobudur menunjukkan keberadaan dan konsumsinya sejak ribuan tahun lalu. Di Bali, konsumsi daging babi menjadi dominan setelah migrasi Hindu Jawa pasca-runtuhnya Majapahit, mengingat sapi dianggap hewan suci.
Fenomena kuliner babi, khususnya Babi Guling di Bali, berkembang dari sajian upacara keagamaan menjadi makanan umum seiring melonjaknya pariwisata pada era 1980-an. Data menunjukkan bahwa pengeluaran untuk makanan dan minuman menyumbang sekitar 65 persen dari total anggaran liburan wisatawan di Bali, menurut estimasi Bank Indonesia. Minat terhadap kuliner babi guling, yang sempat menurun drastis hingga 45% selama pandemi COVID-19, kini telah pulih mencapai 65% pada masa "new normal".
Menurut Gemita Pasaribu, Managing Director Unilever Food Solutions (UFS) Indonesia, konsumen kini tidak hanya mencari rasa yang enak, tetapi juga pengalaman yang "unik dan berbeda". Chef Andry Susanto, pemilik restoran Oma Elly, menambahkan bahwa perpaduan rasa yang mengejutkan justru menarik perhatian konsumen, khususnya generasi muda yang semakin kritis terhadap pengalaman kuliner. Konsep festival "Nusantara By The Beach" yang mengusung tema "A Taste of Nostalgia Meets the Energy of Youth" sejalan dengan tren ini, menawarkan adaptasi hidangan klasik dengan sentuhan modern.
Implikasi acara seperti "Nusantara By The Beach" jauh melampaui sekadar festival makanan. Ini merupakan platform vital bagi pelestarian dan inovasi kuliner tradisional Indonesia, sekaligus mempromosikan destinasi wisata baru seperti CBD Beachwalk PIK 2. Miranda DWK, Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, menyatakan acara ini bertujuan memperkenalkan area pantai tersebut agar dapat dinikmati lebih banyak orang di masa depan. Dengan demikian, festival kuliner berperan sebagai pendorong ekonomi pariwisata dan medium penting dalam menjaga keberagaman serta daya tarik kuliner Nusantara di kancah global.