Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mie Kocok Bandung Kikil ala Abang-abang: Resep Rahasia Bikin Sendiri!

2025-12-30 | 18:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T11:06:33Z
Ruang Iklan

Mie Kocok Bandung Kikil ala Abang-abang: Resep Rahasia Bikin Sendiri!

Melampaui sekadar hidangan mie berkuah, Mie Kocok Bandung dengan topping kikil ala pedagang kaki lima merupakan sebuah manifestasi budaya kuliner jalanan yang telah melegenda, berakar kuat dalam sejarah ekonomi informal Kota Bandung sejak akhir tahun 1950-an. Sajian ini bukan hanya menawarkan kelezatan, melainkan juga melambangkan ketahanan dan adaptasi cita rasa tradisional di tengah arus modernisasi.

Sejak kemunculannya sekitar tahun 1958, Mie Kocok telah menjadi ikon kuliner khas Ibu Kota Jawa Barat. Nama "kocok" sendiri merujuk pada teknik penyajiannya yang unik, di mana mie kuning dan tauge dicelupkan serta dikocok-kocok dalam wadah logam berlubang di air panas hingga matang sempurna namun tetap renyah. Metode ini, seperti yang dijelaskan oleh Badri Hidayat dalam buku "100 Tempat Jajan dan Makanan Legendaris di Bandung," memastikan tekstur mie kenyal dan tauge tetap segar, sebuah karakteristik krusial yang membedakannya dari hidangan mie lainnya.

Para "abang-abang" atau pedagang kaki lima (PKL) memegang peranan sentral dalam melestarikan tradisi ini. Mereka adalah pilar ekonomi informal yang ulet, menyediakan hidangan ini dari gerobak-gerobak yang tersebar di hampir setiap sudut kota. Kekuatan utama Mie Kocok Bandung terletak pada kuah kaldu sapi yang kental dan kaya rempah, hasil dari rebusan kaki sapi yang memakan waktu berjam-jam. Iing Maharja, pemilik Mie Kocok Karapitan generasi ketiga, mengonfirmasi bahwa mereka mempertahankan cara masak tradisional, merebus kaki sapi tanpa bahan tambahan agar rasa gurihnya alami dan kikilnya lembut. Kuah kental ini, yang berbeda dengan kuah bakso yang cenderung bening, memperoleh cita rasa mendalam dari sum-sum tulang kaki sapi, seringkali dimasak di atas bara arang untuk mempertahankan aroma khasnya.

Komponen utama hidangan ini meliputi mie kuning pipih, tauge yang diseduh, bakso sapi, dan tentu saja, irisan kikil sapi yang tebal, kenyal, namun empuk. Pelengkap seperti seledri cincang, bawang goreng, perasan jeruk limau, dan sambal rawit merah adalah elemen vital yang menyempurnakan pengalaman rasa. Beberapa variasi bahkan menambahkan tetelan daging sapi atau babat untuk tekstur dan rasa yang lebih kompleks.

Meskipun sektor informal, termasuk PKL, terbukti tangguh menghadapi gejolak ekonomi, data tahun 2021 menunjukkan bahwa sebagian pedagang di Bandung memiliki omzet di bawah upah minimum kota (UMK). Namun, Pemerintah Kota Bandung bersama DPRD terus memperkuat peran PKL sebagai penggerak ekonomi utama, dengan komitmen untuk melakukan penataan dan pembinaan, bahkan melatih mereka dalam pemasaran digital. Mie Kocok Bandung tetap menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan bagian integral dari identitas kota, menunjukkan bahwa permintaan terhadap kuliner tradisional tidak pernah surut. Keberlangsungan kuliner ini, melalui dedikasi para "abang-abang" dalam menjaga kualitas dan keaslian, menegaskan posisinya sebagai warisan gastronomi yang tak lekang oleh waktu, menjadi representasi otentik dari kekayaan rasa dan semangat kewirausahaan lokal.