Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak 5 Bisnis Kuliner Selebriti dan Tokoh Publik Ternama, Ada Raffi Ahmad & Nur Asia Uno!

2025-12-28 | 01:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T18:25:55Z
Ruang Iklan

Menguak 5 Bisnis Kuliner Selebriti dan Tokoh Publik Ternama, Ada Raffi Ahmad & Nur Asia Uno!

Pemotongan pita untuk puluhan gerai baru dan investasi miliaran rupiah telah menandai ekspansi signifikan para tokoh publik ke sektor kuliner nasional, mengubah lanskap bisnis makanan dan minuman (F&B) dengan model yang menggabungkan popularitas figur publik dan strategi pemasaran agresif. Fenomena ini, yang melibatkan nama-nama seperti Raffi Ahmad, Nur Asia Uno, dan beberapa selebriti papan atas lainnya, tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru tetapi juga memicu perdebatan tentang keberlanjutan model bisnis berbasis popularitas di tengah persaingan pasar yang ketat.

Raffi Ahmad, melalui RANS Entertainment, telah mendiversifikasi portofolionya secara agresif ke berbagai lini F&B, termasuk Rojo Sambel dan restoran Padang bernama Icip-Icip. Rojo Sambel, yang menawarkan hidangan ayam dan bebek dengan sambal pedas, berhasil membuka puluhan cabang di berbagai kota besar dalam waktu singkat, memanfaatkan jangkauan media sosial Raffi Ahmad yang masif dan strategi akuisisi lokasi strategis. Peluncuran Rojo Sambel pada akhir tahun 2022 menunjukkan agresivitas Raffi Ahmad dalam ekspansi bisnis makanan. Model ini menyoroti bagaimana figur publik memanfaatkan basis penggemar yang loyal sebagai pasar awal dan mesin pemasaran yang efektif, seringkali dengan mengadopsi konsep makanan populer yang sudah memiliki daya tarik pasar. Analisis industri menunjukkan bahwa keberhasilan awal semacam ini seringkali bergantung pada daya tarik pribadi dan kemampuan manajemen untuk menjaga kualitas dan efisiensi operasional seiring dengan pertumbuhan.

Nur Asia Uno, istri dari mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, juga turut meramaikan arena bisnis kuliner dengan Dapur Bu Nur yang berfokus pada masakan rumahan Indonesia, khususnya hidangan Betawi. Bisnis ini kerap muncul dalam acara-acara komunitas dan katering, menekankan aspek otentik dan warisan budaya dalam sajian makanannya. Dapur Bu Nur, yang beroperasi sejak 2017, dikenal dengan menu seperti nasi uduk, asinan Betawi, dan semur jengkol, yang sering kali dipromosikan melalui platform digital dan partisipasi dalam bazar. Pendekatan Nur Asia Uno cenderung lebih personal dan berakar pada tradisi, berbeda dengan model ekspansi massal yang diterapkan oleh figur lain. Ini menunjukkan spektrum strategi di kalangan tokoh publik, dari kapitalisasi popularitas massal hingga penekanan pada niche pasar yang lebih spesifik.

Selain itu, Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Surakarta, sebelumnya mendirikan Markobar (Martabak Kota Barat) pada tahun 2015. Dengan konsep martabak kekinian yang menawarkan berbagai topping inovatif, Markobar berhasil membuka puluhan cabang di berbagai kota di Indonesia, bahkan sempat berekspansi ke luar negeri. Meskipun Gibran telah melepas kepemilikannya setelah menjabat sebagai Wali Kota untuk menghindari konflik kepentingan, keberhasilan awal Markobar menunjukkan potensi bisnis kuliner yang dijalankan dengan branding kuat dan inovasi produk. Strategi ini menunjukkan bahwa segmentasi pasar dan penawaran produk yang unik adalah kunci, terlepas dari keterlibatan langsung figur publik.

Prilly Latuconsina, aktris dan pengusaha muda, juga memiliki jejak di industri ini melalui usaha roti dan kue bernama Really Cake yang didirikan pada 2017, serta proyek kuliner lainnya seperti Nona Judes, yang spesifik menyajikan makanan pedas, dan Bevande, yang menawarkan minuman kekinian. Really Cake, dengan varian kue bolu khas daerah, memanfaatkan tren oleh-oleh kekinian yang populer di kalangan wisatawan dan masyarakat. Diversifikasi Prilly menunjukkan kesadaran akan tren pasar dan kemampuan adaptasi untuk menjangkau berbagai segmen konsumen, dari kudapan hingga makanan berat. Keterlibatan Prilly di berbagai lini F&B mencerminkan pandangan bahwa diversifikasi adalah kunci untuk mitigasi risiko di sektor yang kompetitif.

Terakhir, Teuku Wisnu, aktor yang kini lebih aktif sebagai pengusaha, dikenal dengan Malang Strudel yang fokus pada oleh-oleh khas Malang, Jawa Timur. Diluncurkan pada tahun 2014, Malang Strudel menjadi salah satu pionir kue kekinian dengan konsep oleh-oleh yang didukung nama selebriti, menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Bisnis ini tidak hanya mendongkrak ekonomi lokal tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan pariwisata Malang. Model bisnis Teuku Wisnu menyoroti peran sentral figur publik dalam menciptakan destinasi kuliner dan mengangkat citra suatu daerah melalui produk makanan.

Investasi para tokoh publik ini secara kolektif telah menyuntikkan modal dan inovasi ke dalam industri kuliner Indonesia. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sektor kuliner menyumbang sekitar 41% dari total PDB ekonomi kreatif Indonesia, mencapai angka triliunan rupiah dan menyerap jutaan tenaga kerja. Masuknya para selebriti dan politisi ini, meskipun meningkatkan persaingan, juga mendorong standar baru dalam branding, pemasaran digital, dan pengalaman konsumen. Namun, keberlanjutan jangka panjang model bisnis ini akan sangat tergantung pada kapasitas manajemen untuk mempertahankan kualitas, berinovasi, dan tidak hanya mengandalkan popularitas semata. Tantangan seperti perubahan selera konsumen, kenaikan biaya bahan baku, dan dinamika pasar yang fluktuatif akan terus menguji ketahanan bisnis-bisnis ini di masa depan.