
Daging meltique semakin populer di kalangan penjual beefsteak kaki lima, menawarkan sensasi kelembutan mirip wagyu dengan harga yang lebih terjangkau. Daging ini merupakan daging sapi biasa yang telah melalui proses khusus, yaitu penyuntikan lemak nabati, seringkali menggunakan minyak kanola atau mentega, ke dalam serat dagingnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan pola marbling (sebaran lemak) buatan yang menyerupai wagyu, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih empuk dan rasa yang lebih kaya. Teknik ini, yang pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1980-an dan dikenal juga dengan istilah "Pique" di Prancis, memungkinkan daging yang biasanya lebih keras atau kurang berlemak menjadi lembut secara konsisten.
Menurut Chef Stefu Santoso, popularitas daging meltique untuk beefsteak kaki lima didorong oleh preferensi konsumen yang mencari kelembutan daging. "Daging meltique itu daging yang diinjeksi dengan lemak (fat), bisa wagyu fat atau vegetable fat. Karena kalau bicara beefsteak kaki lima, orang kan nyari lembutnya aja," ujar Chef Stefu Santoso. Ia menambahkan bahwa di gerai kaki lima, daging seringkali dimarinasi dengan bumbu kuat, sehingga rasa bumbu marinasi yang lebih menonjol dibandingkan rasa alami daging itu sendiri, berbeda dengan steak premium yang cukup dibumbui garam dan merica.
Harga menjadi faktor kunci lainnya. Daging meltique jauh lebih ekonomis dibandingkan wagyu asli, yang harganya bisa empat hingga delapan kali lipat lebih mahal. Konsumen dapat memperoleh daging meltique dengan harga mulai dari sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per kilogram untuk berbagai potongan seperti saikoro, slice, tenderloin, sirloin, atau ribeye, menjadikannya alternatif menarik bagi pencinta steak.
Meskipun menawarkan kelembutan dan harga terjangkau, konsumsi daging meltique juga memerlukan perhatian. Daging ini memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan daging sapi biasa karena injeksi lemak. Peningkatan asupan lemak total, khususnya lemak jenuh jika lemak hewani yang disuntikkan, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi daging meltique secara bijak dan tidak berlebihan. Dokter menyarankan untuk membatasi porsi, memilih potongan yang lebih rendah lemak jika memungkinkan, memadukannya dengan makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan, serta memilih metode memasak yang sehat seperti memanggang atau membakar, bukan menggoreng dengan banyak minyak.
Dalam hal pengolahan, disarankan untuk tidak memasak daging meltique terlalu lama karena lemak yang disuntikkan mudah meleleh, yang dapat mengurangi tekstur juicy-nya. Teknik memasak cepat seperti pan-sear atau dipanggang direkomendasikan untuk menjaga kelembutannya. Meskipun secara tampilan mirip, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa daging meltique bukanlah wagyu asli, melainkan produk olahan yang meniru karakteristiknya.