
Suasana perayaan Tahun Baru 2026 di Indonesia diperkirakan akan tetap diramaikan dengan hidangan rumahan yang istimewa, sejalan dengan tren kuliner yang menonjolkan perpaduan tradisi dan inovasi. Resep "Aglio Olio Il Mare", sebuah varian pasta yang memadukan bawang putih, minyak zaitun, dan hidangan laut, menjadi salah satu opsi menarik bagi masyarakat yang mencari kemewahan dalam kesederhanaan di tengah fluktuasi harga bahan pokok menjelang pergantian tahun.
Tren kuliner Indonesia pada tahun 2025 dan menjelang 2026 menunjukkan peningkatan kesadaran akan keberlanjutan dan kesehatan, dengan masyarakat yang semakin melirik resep tradisional namun juga terbuka terhadap inovasi modern. Sebagaimana laporan "Kilas Balik GoFood 2025" yang dirilis Gojek, preferensi masyarakat terhadap varian makanan cenderung stabil, namun pilihan minuman lebih dinamis dan dipengaruhi tren, dengan menu ayam dan bebek tetap menjadi terlaris, sementara eksplorasi rasa baru juga diminati. Kondisi ini menciptakan ruang bagi hidangan seperti Aglio Olio Il Mare, yang meskipun berakar pada masakan Italia—sebuah kuliner yang populer secara global dan disukai rata-rata 84 persen orang dari 24 negara yang disurvei, termasuk di Indonesia yang menempati posisi ke-19 dalam popularitas kuliner dunia—dapat disesuaikan dengan selera lokal dan bahan-bahan segar.
Namun, persiapan hidangan berbahan dasar laut ini tidak lepas dari tantangan ekonomi. Menjelang Tahun Baru 2025, harga ikan segar di berbagai pasar di Indonesia mengalami kenaikan signifikan. Di Pasar Induk Bondowoso, harga ikan tongkol naik menjadi Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000, sementara cumi yang sebelumnya Rp70.000 per kilogram kini menjadi Rp80.000. Udang juga naik dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga dilaporkan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, dengan ikan bulat naik dari Rp32.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, dan ikan tongkol putih dari Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor musim liburan Natal dan Tahun Baru, yang menyebabkan nelayan tidak melaut sehingga stok menipis. Fluktuasi harga bahan pangan seperti ikan merupakan hal yang biasa terjadi menjelang hari besar dan liburan akhir tahun.
Meskipun demikian, fenomena pandemi COVID-19 telah mendorong masyarakat untuk lebih banyak memasak di rumah, dengan penelitian menunjukkan peningkatan frekuensi memasak di rumah sebesar 52,3 persen di kalangan mahasiswa Indonesia. Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan status gizi karena kontrol bahan makanan yang lebih baik, tetapi juga menjadi aktivitas yang mengurangi stres dan memberikan kepuasan tersendiri. Dr. Rose Mini Agoes Salim, seorang psikolog dan akademisi Universitas Indonesia, menyatakan bahwa memasak dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan eksistensi diri, serta berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh. Konteks ini mendukung pemilihan Aglio Olio Il Mare sebagai hidangan perayaan, yang relatif mudah diolah namun tetap menawarkan kesan spesial.
Lebih jauh, Aglio Olio dengan tambahan hidangan laut sejalan dengan tren diet Mediterania yang semakin populer di Indonesia. Diet Mediterania, yang menekankan konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan ikan laut, dikenal fleksibel dan efektif untuk menjaga kesehatan jantung serta kebugaran tubuh. Para ahli gizi di Indonesia telah menyatakan bahwa diet ini dapat diadaptasi untuk populasi Asia dengan menggabungkan bahan lokal, sehingga menciptakan pola makan seimbang yang kadang disebut sebagai "diet Mediterasian". Pilihan bahan-bahan segar dalam Aglio Olio Il Mare, seperti aneka seafood yang kaya protein dan minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat, sangat relevan dengan prinsip diet ini.
Perayaan Tahun Baru, yang secara tradisional diisi dengan hidangan bakaran atau makanan ringan yang dinikmati bersama keluarga, kini mulai bergeser ke arah hidangan yang lebih personal namun tetap elegan. Pemilihan Aglio Olio Il Mare mencerminkan keinginan konsumen untuk menciptakan pengalaman kuliner "fine dining" di rumah, sebuah tren yang didukung oleh meningkatnya kesadaran akan kualitas dan higienitas bahan makanan. Saat ini, masyarakat dapat dengan mudah menemukan resep sehat dan kreatif di internet, memungkinkan mereka berkreasi dengan bahan seadanya untuk menciptakan masakan lezat. Dengan perencanaan belanja yang matang, termasuk memilih bahan baku berkualitas dengan sertifikat keamanan pangan, hidangan rumahan dapat menyaingi kemewahan restoran bintang lima, seperti yang diungkapkan dalam tips persiapan pesta barbeque menjelang pergantian tahun.
Implikasi jangka panjang dari pergeseran ini adalah penguatan budaya memasak di rumah dengan sentuhan profesionalisme dan kesadaran kesehatan. Aglio Olio Il Mare, dengan bahan-bahan yang dapat disesuaikan dan proses memasak yang tidak terlalu rumit, menjadi simbol adaptasi kuliner di tengah perubahan gaya hidup dan tantangan ekonomi. Ini juga menunjukkan bagaimana hidangan global dapat diinternalisasi dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan serta selera lokal, sekaligus menjawab tuntutan akan hidangan spesial yang praktis dan bergizi untuk momen perayaan.