
Jakarta, sebuah kota yang tak pernah tidur, tak hanya menyajikan gemerlap modernitas, tetapi juga menyimpan berbagai kisah kuliner legendaris yang tetap eksis dan memanjakan lidah hingga kini. Di antara banyaknya hidangan, es krim legendaris menjadi salah satu yang paling dicari, menawarkan nostalgia dan cita rasa otentik yang tak lekang oleh waktu. Berikut adalah lima es krim legendaris di Jakarta, dengan beberapa di antaranya telah berdiri sejak tahun 1930-an.
Pertama, Ragusa Es Italia. Didirikan pada tahun 1932 oleh dua bersaudara asal Italia, Luigi dan Vincenzo Ragusa, kedai ini menjadi pelopor es krim Italia di Jakarta. Berlokasi di Jalan Veteran I No. 10, Gambir, Jakarta Pusat, Ragusa terkenal dengan suasana klasiknya yang masih dipertahankan hingga kini. Menu andalannya antara lain Spaghetti Ice Cream, di mana es krim vanila dibentuk menyerupai spaghetti dan disajikan dengan saus cokelat, buah kering, serta taburan kacang. Selain itu, ada juga Tutti Frutti dan Cassata Siciliana yang menjadi favorit pelanggan. Harga es krim di Ragusa berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 50.000. Es krim Ragusa dibuat menggunakan susu sapi segar tanpa bahan pengawet, menjadikannya cepat basi namun tetap menjaga keaslian rasa.
Kedua, Ice Cream Baltic. Kedai es krim ini didirikan pada tahun 1939 dan berlokasi di Jalan Kramat Raya Nomor 12, Kwitang, Jakarta Pusat. Sejak awal, Ice Cream Baltic dikenal menyajikan es krim dalam mangkuk keramik dan stik, meskipun kini telah berinovasi dengan penambahan varian rasa modern seperti green tea dan peppermint tea, di samping rasa klasik seperti cokelat, vanila, dan stroberi. Dengan moto "Ice Cream Tempo Doeloe", Baltic berhasil bersaing dengan es krim modern, menawarkan harga mulai dari Rp 5.000. Es krim Baltic dibuat dengan susu sapi segar dan tanpa bahan pengawet, mempertahankan resep warisan zaman dulu sehingga menghasilkan tekstur lembut dan tidak lengket di tenggorokan.
Ketiga, Es Krim Tjan Njan. Dikenal juga sebagai Es Krim Tjanang, kedai ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1951 di daerah Cikini. Es krim ini sempat menjadi favorit Presiden Soekarno dan Keluarga Cendana, terutama rasa kopyor dan duriannya. Sayangnya, kedai Tjan Njan di Cikini telah tutup sejak 1991 dan lokasinya kini berganti menjadi Hotel Cikini. Namun, es krim Tjan Njan masih tetap bertahan dan didistribusikan di beberapa rumah makan di sekitar Cikini, serta dijual melalui resepsionis Hotel Cikini. Satu cup es krim Tjan Njan dibanderol sekitar Rp 13.000 hingga Rp 15.000.
Keempat, Restoran Tropik. Berdiri pada tahun 1950, restoran ini terletak di dalam kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Awalnya, Restoran Tropik berfokus hanya menjual es krim, dan pada masa kejayaannya di tahun 1970-an, es krim buatannya sangat populer di kalangan warga Jakarta. Es krim di sini dibuat langsung di restoran, tanpa bahan pengawet, dan disajikan dalam wadah kaca berbentuk lonjong dengan es krim vanila dan cokelat, dilengkapi wafer, taburan kacang, dan susu. Harga satu porsinya berkisar Rp 33.000 hingga Rp 35.000.
Kelima, Zangrandi. Meskipun berasal dari Surabaya dan berdiri sejak tahun 1930, Es Krim Zangrandi kini juga dapat dinikmati di Jakarta melalui gerai Zangrandi Grande di Pantjoran PIK. Kedai ini didirikan oleh keluarga Roberto Zangrandi asal Italia. Zangrandi memboyong koleksi es krim klasik dan jadul yang masih digemari banyak orang, seperti Banana Split, Old Fashioned Vanilla Sunday, Cokelat Twinkle, dan Couple Brazilian. Harga es krim di Zangrandi dimulai dari Rp 35.000. Es krim Zangrandi dikenal mempertahankan nuansa tempo dulu dan resep asli meskipun kepemilikannya sempat berpindah tangan.
Kelima tempat es krim legendaris ini tidak hanya menawarkan hidangan penutup yang menyegarkan, tetapi juga membawa pengunjung kembali ke masa lalu dengan cita rasa dan suasana yang autentik, membuktikan bahwa "Old But Gold" tetap menjadi daya tarik tak tergantikan di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.