
Pasar Jatinegara telah lama dikenal bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai rumah bagi beragam kuliner legendaris yang telah bertahan puluhan tahun. Di balik lorong sempit, kios tua, dan deretan lapak yang selalu ramai, tersimpan hidangan-hidangan yang menjadi bagian dari sejarah kuliner Jakarta Timur. Beberapa di antaranya bahkan sudah eksis sejak era 1950-an hingga 1990-an, tetap konsisten mempertahankan cita rasa otentik yang membuat pengunjung kembali lagi. Mulai dari jajanan tradisional hingga masakan rumahan dan sajian mi klasik, semuanya hadir dengan karakter dan keunikan masing-masing. Berikut adalah lima rekomendasi kuliner legendaris di Pasar Jatinegara yang wajib dicoba:
Pertama, Bakmi Ayam Jackie, atau kerap disebut juga Bakmi Lorong, adalah pilihan tepat bagi pecinta mi. Kedai ini telah berdiri sejak tahun 1994, meskipun beberapa sumber menyebut Bakmi Lorong sudah ada sejak 1970-an, dan berlokasi tersembunyi di lorong pasar. Bakmi ini terkenal dengan mi lebar bergaya oriental yang disajikan dengan bumbu bawang putih dan minyak ayam, menghasilkan rasa gurih khas. Porsinya melimpah dengan topping ayam, tauge, dan sayuran hijau, serta pelengkap seperti pangsit, bakso, dan suikiaw. Bakmi Ayam Jackie menawarkan hidangan halal dengan harga mulai dari Rp 25.000 per porsi.
Selanjutnya, Combro Bu Aminah adalah jajanan tradisional legendaris yang tidak boleh dilewatkan. Berada di Gang Tai Pasar Jatinegara, combro ini sudah ada sejak era 1980-an atau 1990-an. Combro Bu Aminah terkenal dengan teksturnya yang renyah di luar, serta isian oncom pedas dan gurih yang melimpah, seringkali dilengkapi dengan satu cabai rawit utuh di dalamnya. Dengan harga sekitar Rp 3.000 per buah, Combro Bu Aminah tetap mempertahankan konsistensi rasanya.
Gado-Gado Encim menjadi destinasi wajib bagi penggemar salad tradisional Indonesia. Warung ini telah eksis sejak tahun 1960-an dan berlokasi di depan Apotek Berkah, Pasar Mester Jatinegara. Gado-gado di sini dikenal dengan porsi sayurannya yang melimpah dan bumbu kacang istimewa yang terbuat dari campuran kacang mede dan kacang tanah, memberikan cita rasa yang lebih gurih. Satu porsi Gado-Gado Encim dibanderol sekitar Rp 28.000.
Bagi pecinta roti jadul, Gelora Bakery adalah sebuah keharusan. Toko roti ini telah melayani pelanggan sejak tahun 1950-an atau 1980-an dan berlokasi di Gang Obat. Gelora Bakery dikenal karena menyajikan roti-roti lembut tanpa pengawet buatan, seperti roti sisir, roti kismis, dan roti tawar wijen, serta kue kering seperti butter cookies. Meski suasananya sederhana dan terkesan jadul, kualitas rasa roti di sini selalu prima.
Terakhir, Sate Keroncong menawarkan pengalaman kuliner sate kambing yang melegenda sejak tahun 1960-an. Warung sate ini dulunya dikenal sebagai Sate Sederhana, namun kemudian lebih dikenal dengan nama Sate Keroncong karena sering diiringi musisi jalanan yang memainkan musik keroncong di depannya. Sate di sini dimasak menggunakan arang dan kayu bakar, menghasilkan cita rasa khas yang otentik. Selain sate kambing, tersedia juga sate ayam, tongseng, dan gulai. Harga per porsi Sate Keroncong berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 75.000.
Kunjungan ke Pasar Jatinegara tidak akan lengkap tanpa mencicipi kelima kuliner legendaris ini, yang setiap gigitannya membawa cerita dan nostalgia.