
Sulit tidur dan kerap dihantui mimpi buruk bisa jadi merupakan alarm bagi pola makan Anda. Meskipun sering dianggap sebatas bunga tidur, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan makanan tertentu, terutama yang dikonsumsi menjelang istirahat malam, dapat memengaruhi kualitas tidur dan bahkan memicu mimpi yang tidak menyenangkan. Para ahli menemukan bahwa sekitar 17,8% dari partisipan studi mengakui bahwa makanan yang mereka konsumsi memengaruhi jenis mimpi.
Berikut adalah lima jenis makanan yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu mimpi buruk atau mengganggu tidur Anda:
1. Produk Susu dan Olahannya
Keju, susu, dan produk olahan susu lainnya seringkali menjadi pemicu mimpi aneh atau mengganggu, terutama bagi individu dengan intoleransi laktosa. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology menemukan bahwa produk susu paling sering dikaitkan dengan mimpi yang mengganggu bagi 44% peserta dan mimpi aneh untuk 39% peserta. Kandungan lemak dan proses fermentasi pada keju dapat membuatnya sulit dicerna pada malam hari, sehingga sistem pencernaan bekerja keras dan mengganggu fase tidur mendalam. Selain itu, kandungan asam amino tertentu dalam produk susu juga disebut dapat memengaruhi neurotransmitter di otak, membuat mimpi terasa lebih jelas dan intens.
2. Makanan Pedas
Penggemar makanan pedas perlu berhati-hati saat mengonsumsinya sebelum tidur. Kandungan capsaicin pada cabai dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme. Kondisi ini membuat tubuh sulit rileks dan tidur menjadi gelisah, sehingga memicu mimpi yang lebih intens atau bahkan buruk. Proses pencernaan yang berat akibat makanan pedas juga dapat mengganggu siklus tidur REM (Rapid Eye Movement) yang merupakan fase terjadinya mimpi.
3. Cokelat (Terutama Cokelat Hitam)
Meskipun sering menjadi camilan favorit, cokelat, terutama cokelat hitam, mengandung kafein dan theobromine. Kedua zat stimulan ini dapat merangsang sistem saraf, menjaga otak tetap aktif, dan menghambat tidur nyenyak. Efeknya mirip dengan minum kopi sebelum tidur, yang dapat menyebabkan tidur gelisah, sering terbangun, dan cenderung mengalami mimpi yang tidak nyaman atau lebih intens.
4. Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Olahan
Mengonsumsi makanan manis seperti es krim, permen, soda, atau karbohidrat olahan seperti pasta menjelang tidur dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Lonjakan ini kemudian diikuti oleh penurunan drastis, yang bisa mengganggu siklus tidur dan memicu respons stres seperti pelepasan kortisol. Perubahan cepat pada kadar gula darah ini juga dapat memicu seseorang terjaga mendadak, membuat mimpi terasa lebih intens dan sulit dikendalikan.
5. Daging Merah dan Makanan Berlemak Tinggi
Daging merah kaya akan protein dan lemak jenuh yang memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Jika dikonsumsi larut malam, proses pencernaan yang berat ini dapat mengganggu tubuh untuk masuk ke fase tidur mendalam. Akibatnya, tidur menjadi tidak lelap dan mimpi terasa lebih nyata, intens, atau menakutkan. Makanan berlemak tinggi lainnya seperti gorengan, makanan cepat saji, atau keripik juga sulit dicerna di malam hari, mengaktifkan pencernaan dan menyebabkan ketidaknyamanan yang berujung pada tidur terganggu dan mimpi buruk.
Untuk menjaga kualitas tidur dan terhindar dari mimpi buruk, disarankan untuk mengonsumsi makan malam yang ringan dan menyelesaikan waktu makan setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum tidur. Jika masalah tidur atau mimpi buruk terus berlanjut, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi mungkin diperlukan.