Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gaya Hidup Sultan: Keluarga Ini Habiskan Rp 16 Juta Hanya untuk Kulineran di Disneyland

2025-12-27 | 06:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T23:58:22Z
Ruang Iklan

Gaya Hidup Sultan: Keluarga Ini Habiskan Rp 16 Juta Hanya untuk Kulineran di Disneyland

Sebuah keluarga besar dari Inggris baru-baru ini menarik perhatian publik setelah laporan pengeluaran lebih dari Rp 16 juta untuk santap kuliner di Disneyland Florida selama kunjungan mereka. Insiden yang melibatkan keluarga Radford ini, yang beranggotakan hampir 30 orang, menyoroti realitas harga makanan di taman hiburan kelas dunia yang memang dirancang untuk menawarkan pengalaman yang bervariasi, dari pilihan cepat saji hingga hidangan premium eksklusif. Pengeluaran tersebut, yang dilaporkan mencakup reservasi di restoran tematik populer seperti Cinderella's Royal Table dan Be Our Guest Dinner, menggambarkan bagaimana pengalaman bersantap menjadi bagian integral dari keseluruhan kunjungan ke Disneyland.

Fenomena pengeluaran besar untuk kuliner di taman hiburan seperti Disneyland bukan hal baru, melainkan cerminan dari strategi penetapan harga yang komprehensif dan pergeseran tren konsumsi global. Data terbaru menunjukkan adanya peralihan preferensi konsumen yang kini lebih memprioritaskan "konsumsi berbasis pengalaman" dibandingkan "konsumsi berbasis produk". Menurut Mandiri Institute, indeks konsumsi berbasis pengalaman di Indonesia mencapai 206 pada Juli 2025, jauh melampaui indeks belanja barang yang hanya 114, menandakan dorongan kuat terhadap pengalaman makan di luar rumah, rekreasi, dan hiburan. Sejalan dengan itu, penyedia pembayaran Klarna melaporkan pertumbuhan tiga digit pada sektor hiburan (130%) dan pengalaman (115%) di Amerika Serikat antara 1 hingga 22 Desember 2025.

Disneyland telah lama dikenal dengan beragam opsi kulinernya, dari camilan ikonik seperti churros dan corn dogs hingga pengalaman bersantap mewah yang dirancang untuk membenamkan pengunjung dalam narasi dongeng. Sebagai contoh ekstrem dari penawaran premium, Disneyland California memiliki pengalaman makan malam "21 Royal", yang dibanderol sekitar 15.000 dolar AS untuk 12 orang, atau sekitar Rp 200 juta (berdasarkan data 2017) untuk santapan tujuh hidangan eksklusif lengkap dengan pasangan anggur dan koktail di lokasi yang dulunya merupakan suite impian Walt Disney. Meskipun keluarga Radford tidak mengunjungi fasilitas sekelas 21 Royal, pengeluaran Rp 16 juta mereka untuk hampir 30 orang di restoran karakter seperti Cinderella's Royal Table—dengan harga sekitar £50,95 (sekitar Rp 950.000) per orang dewasa dan £30,41 (sekitar Rp 500.000) per anak (data 2022)—menunjukkan bagaimana biaya dapat meningkat dengan cepat untuk rombongan besar dan pengalaman bersantap yang imersif.

Peningkatan harga makanan di Disneyland juga merupakan tren yang berkelanjutan. Pada tahun 2025, banyak item menu standar, seperti ayam di Plaza Inn, telah mengalami kenaikan harga dari $19.99 menjadi $21.99, sementara chicken tenders di Stage Door Cafe naik dari $11.99 menjadi $13.49. Kenaikan ini menunjukkan bahwa taman hiburan terus menyesuaikan harga untuk mengimbangi biaya operasional dan permintaan pasar, yang pada akhirnya memengaruhi total pengeluaran pengunjung. Meskipun demikian, seperti yang diungkapkan oleh Sue Radford, ibu dari keluarga tersebut, pengalaman berlibur dan menikmati makanan di taman hiburan tetap menjadi daya tarik yang kuat, terlepas dari label harganya.

Implikasi jangka panjang dari tren ini adalah konsolidasi Disneyland sebagai destinasi yang menawarkan nilai lebih pada "pengalaman" daripada sekadar produk makanan itu sendiri. Bagi banyak pengunjung, terutama mereka yang mencari kemewahan dan nostalgia, biaya tinggi dapat dibenarkan oleh kesempatan untuk bersantap di lingkungan yang imersif dan berinteraksi dengan karakter Disney. Strategi ini juga membantu taman hiburan menargetkan berbagai segmen pasar, dari pengunjung yang berhemat dengan memanfaatkan kupon makan atau membawa camilan sendiri, hingga mereka yang bersedia mengeluarkan dana besar untuk pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Seiring dengan terus bergesernya prioritas konsumen menuju pengalaman yang berkesan, Disneyland diposisikan untuk terus memanfaatkan permintaan akan penawaran kuliner unik dan premium, yang kemungkinan akan terus menantang persepsi tradisional tentang "harga wajar" untuk makanan.