Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Destinasi Rasa Premium: 4 Batagor Legendaris Bandung yang Mahal, Namun Kelezatannya Tiada Tanding!

2025-12-24 | 22:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T15:05:23Z
Ruang Iklan

Destinasi Rasa Premium: 4 Batagor Legendaris Bandung yang Mahal, Namun Kelezatannya Tiada Tanding!

Empat gerai batagor legendaris di Bandung, Batagor Kingsley, Batagor Riri, Batagor Haji Isan, dan Batagor Burangrang, terus menarik minat wisatawan dan warga lokal, menegaskan posisinya sebagai ikon kuliner kota meskipun harga yang ditawarkan berada di segmen premium. Keempatnya telah berdiri puluhan tahun, menawarkan cita rasa otentik yang terjaga konsistensinya, menjadi representasi penting dari warisan kuliner ibu kota Jawa Barat yang dinamis.

Batagor, akronim dari bakso tahu goreng, pertama kali muncul di Bandung pada era 1960-an atau 1970-an, sebuah inovasi dari pedagang bakso tahu keliling bernama Isan yang menggoreng sisa dagangannya agar tidak basi. Adaptasi ini, yang kemudian menjadi populer, menghasilkan hidangan renyah di luar dan kenyal di dalam dengan aroma ikan tenggiri yang kuat, disajikan dengan saus kacang kental, kecap manis, dan perasan jeruk limau. Keberhasilan batagor ini bahkan diakui secara internasional, dengan menempati posisi dalam daftar jajanan terenak di dunia versi TasteAtlas pada tahun 2021 dan 2025.

Batagor Kingsley, didirikan pada tahun 1982, telah bertransformasi dari kedai sederhana menjadi restoran megah sekaligus pusat oleh-oleh khas Bandung di Jalan Veteran. Meskipun dikenal sebagai salah satu yang termahal, dengan harga seporsi batagor isi dua mencapai Rp 38.000 untuk makan di tempat, dan paket isi lima potong sekitar Rp 140.000 hingga Rp 150.000 untuk pembelian daring, kualitas bahan baku ikan tenggiri asli dan bumbu kacang kental menjadi daya tarik utama. Konsistensi rasa ini dibuktikan dengan lebih dari 12 ribu ulasan di Google Maps.

Tak jauh berbeda, Batagor Riri, yang beroperasi sejak tahun 1985, bermula dari produksi rumahan untuk keluarga dan kerabat sebelum akhirnya dikenal luas karena kelezatannya. Terletak di Jalan Burangrang, Batagor Riri dikenal dengan bumbu kacang manis dan creamy yang khas, berkat penggunaan ikan tenggiri segar. Harga untuk paket batagor isi lima potong dibanderol sekitar Rp 115.000, dengan varian batagor kuah juga tersedia.

Sementara itu, Batagor Haji Isan sering disebut sebagai pelopor batagor di Bandung, dengan sejarah yang dimulai pada tahun 1960-an. Kedai ini mempertahankan ciri khas batagor dengan tekstur kenyal dan bumbu kacang manis gurih yang disajikan terpisah dari gorengan untuk menjaga kerenyahan. Dengan beberapa cabang di Bandung, termasuk di Jalan Raya Kopo, harga per buah batagor di sini berkisar Rp 5.500 hingga Rp 6.000, atau seporsi isi lima potong seharga Rp 27.500.

Di Jalan Burangrang, tidak jauh dari Batagor Riri, Batagor Burangrang hadir sebagai pilihan premium lain. Kedai yang terbilang sederhana ini menawarkan batagor dengan paduan cita rasa ikan tenggiri yang kuat dan aci yang tidak mendominasi, memberikan kesan kualitas tinggi. Seporsi Batagor Campur di sini dapat mencapai Rp 49.500.

Harga yang relatif tinggi pada batagor legendaris ini merefleksikan beberapa faktor kunci: penggunaan bahan baku berkualitas premium seperti ikan tenggiri segar, resep turun-temurun yang menjaga konsistensi rasa selama puluhan tahun, serta nilai sejarah dan reputasi merek yang telah terbangun kuat di benak konsumen. Fenomena ini mencerminkan bagaimana kuliner legendaris mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, mendukung sektor pariwisata daerah. Kota Bandung sendiri diakui sebagai magnet pariwisata kuliner yang terus berkembang, dengan kuliner Nusantara menjadi ikon penting yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengakui potensi ekonomi sektor kuliner sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah, yang tidak hanya meliputi aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat budaya, kreativitas, inovasi, serta identitas daerah. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor ini menghadapi tantangan persaingan ketat, perubahan perilaku konsumen, dan kebutuhan adaptasi digital, namun upaya pelestarian kearifan lokal melalui kuliner seperti batagor legendaris ini sejalan dengan konsep wisata kuliner berkelanjutan. Merek-merek batagor ini tidak hanya menjual hidangan, melainkan juga sebuah pengalaman kuliner yang kaya akan sejarah dan identitas lokal, memastikan warisan rasa ini terus berlanjut di tengah gempuran modernisasi dan tren makanan baru.