
Menjelajahi jantung ibu kota, kawasan Kebon Kacang di Jakarta Pusat menawarkan khazanah kuliner legendaris dan viral yang memuaskan selera. Dari hidangan tradisional Betawi hingga sajian populer yang tak lekang oleh waktu, berikut adalah lima tempat makan yang wajib dikunjungi.
Pertama, Nasi Uduk Kebon Kacang telah menjadi ikon kuliner Jakarta yang melegenda sejak tahun 1930-an hingga 1960-an. Beberapa nama besar seperti Nasi Uduk Kebon Kacang Puas Hati Ibu Tati di Jl. Kb. Kacang 1 No. 63 dan Kedai Zainal Fanani 1967 di Jl. Kb. Kacang Raya No. 47 atau Jl. Kb. Kacang 8 No.5, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terkenal dengan nasi uduknya yang gurih dan wangi karena dibungkus daun pisang. Pengunjung dapat memilih beragam lauk pauk gorengan seperti ayam kampung, udang, paru, babat, iso, empal, ati ampela, hingga petai yang digoreng dadakan, ditemani sambal kacang legit yang menjadi ciri khasnya. Kedai Zainal Fanani 1967 buka mulai pukul 10.00 hingga 00.00 WIB, dengan harga menu berkisar Rp25.000-Rp60.000 per porsi. Sementara itu, Nasi Uduk Kebon Kacang Puas Hati Ibu Tati, yang telah eksis sejak 1980, menjadi idola dengan nasi uduk gurih dan wangi, serta beragam pilihan lauk. Warung ini beroperasi dari pukul 12.00 hingga 00.00 WIB.
Selanjutnya, Sate Khas Senayan menawarkan pengalaman bersantap masakan Indonesia yang autentik dan telah memiliki lebih dari 50 cabang di berbagai lokasi, termasuk di pusat perbelanjaan besar dekat Kebon Kacang seperti Grand Indonesia. Menu andalannya, Sate Ayam Ponorogo, sangat populer dengan daging ayam empuk dan saus kacang yang kaya rasa, sering mendapatkan rating tinggi dari pengunjung. Selain sate ayam, tersedia juga Sate Ayam Bumbu Plecing, Nasi Ayam Betutu, Lontong Cap Go Meh, dan Tahu Telor. Harga Sate Ayam Ponorogo sekitar Rp75.000 untuk lima tusuk, sementara Sate Ayam Bumbu Plecing (10 tusuk) dibanderol sekitar Rp86.000. Restoran ini umumnya buka dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Tak kalah legendaris adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, yang telah memanjakan lidah warga Jakarta sejak tahun 1958. Meskipun tempatnya sederhana, nasi goreng kambing di sini terkenal dengan bumbu rempahnya yang kuat dan potongan daging kambing yang empuk, menjadikannya salah satu kuliner jalanan paling terkenal di Jakarta. Selain nasi goreng kambing, tersedia juga nasi goreng ayam dan aneka sate. Satu porsi Nasi Goreng Kambing dibanderol mulai dari Rp39.500 hingga Rp75.000. Lokasi aslinya berada di Jalan Kebon Sirih Barat dan biasanya mulai buka sekitar pukul 11.00 WIB.
Pilihan keempat adalah Bakmi GM, yang berawal sebagai Bakmi Gajah Mada pada tahun 1959 dan kini telah memiliki banyak cabang di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali, termasuk di mal-mal sekitar Kebon Kacang. Bakmi GM dikenal dengan konsistensi rasa yang lezat dan menjadi favorit banyak orang. Menu yang wajib dicoba meliputi Bakmi Special GM dengan topping ayam dan jamur, Pangsit Goreng dengan saus khas GM, serta Bakmi Ayam Lada Cha Cha. Harga menu di Bakmi GM umumnya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp40.000 (harga dapat bervariasi tergantung lokasi dan waktu). Restoran ini seringkali menawarkan promo menarik.
Terakhir, namun tak kalah penting, adalah Gado-Gado Bon Bin yang telah berdiri sejak tahun 1960 di Jalan Cikini IV Nomor 5, Cikini, Jakarta Pusat. Nama "Bon Bin" sendiri berasal dari nama Kebon Binatang yang dulunya berada di area tersebut. Keunikan Gado-Gado Bon Bin terletak pada bumbu kacangnya yang disiram (gado-gado siram), memiliki tekstur halus dan cair, serta cita rasa gurih sedikit asam yang berbeda dari gado-gado ulek pada umumnya. Selain gado-gado, tempat ini juga menyajikan asinan dan es cendol pink khas Bon Bin. Meskipun harganya tergolong cukup tinggi, cita rasa dan sejarahnya menjadikan pengalaman bersantap di sini sangat berharga. Gado-Gado Bon Bin buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.