
Sejumlah restoran di berbagai belahan dunia mulai menerapkan biaya tambahan bagi pengunjung yang memilih tempat duduk di area tertentu, khususnya area luar ruangan atau yang dianggap premium. Praktik ini muncul sebagai respons terhadap berbagai faktor, mulai dari biaya operasional hingga permintaan pasar untuk pengalaman bersantap yang lebih diinginkan.
Di New York City, misalnya, restoran diizinkan untuk menambahkan "biaya pemulihan" hingga 10% pada tagihan pelanggan. Kebijakan ini, yang berlaku sejak Oktober 2020, dimaksudkan untuk membantu bisnis menutupi biaya Alat Pelindung Diri (APD), sewa, dan pengaturan tempat makan di luar ruangan selama masa sulit. Selain itu, program makan di luar ruangan permanen di kota tersebut, "Dining Out New York," juga menetapkan berbagai biaya lisensi dan izin tahunan, yang besarannya bervariasi berdasarkan lokasi dan ukuran area tempat duduk luar ruangan. Lisensi ini harus dibayar setiap empat tahun, dengan biaya $1.050 untuk kafe di trotoar atau di jalan, dan $2.100 jika mengajukan keduanya.
Tren serupa juga terlihat di beberapa kota lain di Amerika Serikat. Di Berkeley, California, mulai akhir Mei, pemilik restoran dikenakan biaya tahunan ribuan dolar untuk mengoperasikan area tempat duduk di pinggir jalan. Kebijakan ini diberlakukan karena kota mengalami kerugian pendapatan dari hilangnya tempat parkir yang digunakan untuk area makan di luar ruangan. Demikian pula, di Encinitas, mulai 1 Agustus, pemilik toko lokal harus membayar biaya penggunaan hak jalan bulanan sebesar $2.50 per kaki persegi untuk parklet makan di luar ruangan. Kota-kota seperti San Diego dan Carlsbad juga membebankan biaya penggunaan hak jalan masing-masing sebesar $2.50 dan $1.28 per kaki persegi lahan parkir.
Konsep "tempat duduk premium" juga menjadi perbincangan. Diskusi di forum online menunjukkan bahwa beberapa restoran, terutama yang menawarkan pemandangan menarik seperti di San Diego, mulai mempertimbangkan atau bahkan menerapkan biaya tambahan untuk meja-meja yang sangat diminati. Ada pandangan bahwa penambahan biaya ini dapat membantu mengelola permintaan tinggi dan mengurangi praktik "suap" kepada staf untuk mendapatkan meja terbaik. Meskipun demikian, praktik ini memicu beragam reaksi di kalangan pelanggan, dengan beberapa menyuarakan ketidaksetujuan terhadap biaya tambahan tersebut.
Beberapa pengamat industri kuliner juga menyoroti munculnya berbagai "biaya tersembunyi" di tagihan restoran, termasuk biaya makan di luar ruangan. Biaya-biaya ini, menurut beberapa pihak, terkadang dimaksudkan untuk menutupi pengeluaran restoran seperti tunjangan karyawan, biaya operasional, hingga perawatan kesehatan.