Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak Fakta: Warna Kuning Telur dan Kaitannya dengan Kandungan Nutrisi

2025-11-30 | 23:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T16:58:56Z
Ruang Iklan

Menguak Fakta: Warna Kuning Telur dan Kaitannya dengan Kandungan Nutrisi

Perdebatan seputar warna kuning telur dan kaitannya dengan kandungan nutrisi telah lama menjadi topik menarik di kalangan konsumen. Banyak yang meyakini bahwa warna kuning telur yang lebih pekat atau oranye menunjukkan kualitas gizi yang lebih tinggi. Namun, benarkah demikian?

Warna kuning telur utamanya ditentukan oleh pola makan ayam petelur. Pigmen karotenoid, khususnya xantofil, yang terdapat dalam pakan ayam, merupakan penyebab perbedaan gradasi warna kuning pada telur. Jika ayam diberi pakan yang kaya akan ekstrak xantofil (seperti jagung, alfalfa, paprika, atau bunga marigold), kuning telurnya cenderung akan berwarna kuning tua atau oranye. Sebaliknya, pakan dengan kandungan xantofil yang rendah, seperti pakan berbasis gandum atau kedelai tanpa paparan sinar matahari yang cukup, akan menghasilkan kuning telur yang lebih pucat. Ayam yang dibiarkan berkeliaran bebas dan memakan serangga serta rumput segar juga cenderung menghasilkan telur dengan kuning telur yang lebih gelap karena diet yang lebih bervariasi dan kaya karotenoid.

Secara umum, penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menunjukkan bahwa perbedaan warna kuning telur tidak memengaruhi nilai gizi secara keseluruhan, terutama pada kandungan protein dan lemaknya. Semua kuning telur, terlepas dari warnanya, merupakan sumber nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur kaya akan vitamin A, D, E, K, serta mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, kolin, tiamin, dan riboflavin.

Namun, beberapa studi dan ahli gizi memberikan sedikit nuansa pada pandangan ini. Kuning telur dengan warna yang lebih gelap, seperti kuning mustard atau oranye terang, dilaporkan mungkin mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dan vitamin tertentu dibandingkan dengan kuning telur yang lebih terang. Kuning telur yang lebih pekat juga diindikasikan mengandung lebih banyak karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin, yang dikenal baik untuk kesehatan mata. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun nutrisi inti tetap ada pada semua telur, telur dengan kuning yang lebih gelap bisa menjadi cerminan dari pola makan ayam yang lebih kaya dan bervariasi, yang pada gilirannya dapat menghasilkan konsentrasi mikronutrien tertentu yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, meskipun warna kuning telur bisa menjadi indikator pakan dan gaya hidup ayam, ia tidak selalu menjadi satu-satunya penentu kandungan gizi secara keseluruhan. Faktor lain seperti ukuran telur dan sumber pakan ayam secara keseluruhan juga berperan penting dalam menentukan nilai nutrisi. Mengonsumsi telur tetap memberikan manfaat nutrisi yang signifikan bagi tubuh, terlepas dari gradasi warna kuning telurnya. Namun, bagi konsumen yang menginginkan manfaat lebih dari karotenoid dan mungkin omega-3, memilih telur dengan kuning yang lebih oranye dapat menjadi pilihan.