Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Makaroni Ngehe: Mengapa Sensasi Pedas Gurihnya Bikin Candu?

2025-11-27 | 18:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T11:46:20Z
Ruang Iklan

Makaroni Ngehe: Mengapa Sensasi Pedas Gurihnya Bikin Candu?

Makaroni Ngehe telah menjelma menjadi fenomena kuliner yang tak terelakkan di Indonesia, memikat lidah para pencinta pedas dan gurih dengan sensasi rasa yang membuat ketagihan. Camilan berbasis makaroni ini dikenal luas berkat perpaduan rasa pedas yang menantang dan gurih yang kaya, menjadikannya pilihan favorit untuk berbagai suasana.

Kisah sukses Makaroni Ngehe berawal dari semangat pantang menyerah Ali Muharam, seorang pemuda asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mendirikan usaha ini pada 11 Maret 2013. Nama "Ngehe" sendiri dipilih Ali sebagai pengingat akan kerasnya perjalanan hidup yang pernah ia alami, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berjuang. Bahkan, kata "Ngehe" juga diartikan sebagai level kepedasan dari produk makaroninya.

Makaroni Ngehe menawarkan beragam varian produk selain makaroni kering dan basah, termasuk usus goreng, otak-otak, cimol, bihun krenyes, mi kriuk, mi lidi, dan cihu. Konsumen dapat menyesuaikan tingkat kepedasan camilan mereka, mulai dari level 1 hingga level 5 yang paling pedas. Pilihan rasa bumbu juga bervariasi, meliputi pedas asin, balado, keju, jagung bakar, rendang, dan kari pedas. Meskipun bumbunya mengandung MSG, sebagian besar komposisinya terdiri dari rempah-rempah yang diklaim aman dan tidak membuat pusing.

Dimulai dengan modal pinjaman sebesar Rp 20 juta, Makaroni Ngehe menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada awal tahun 2025, Makaroni Ngehe telah secara resmi memiliki 40 cabang yang tersebar di 11 kota di Indonesia, termasuk pembukaan dua outlet baru di Bali. Jejak ekspansi ini meluas di berbagai daerah seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, dan Malang. Kesuksesan Makaroni Ngehe juga tercermin dari omzetnya yang mengesankan, dilaporkan mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar setiap bulan pada tahun 2019-2022. Bahkan, pada tahun 2020, omzetnya sempat menyentuh angka hingga Rp 40 miliar dalam satu bulan dari seluruh gerai.

Popularitas Makaroni Ngehe tak lepas dari cita rasa khas yang konsisten membuat para pelanggan, yang kerap disebut #MaheAddicts, terus kembali untuk mencicipinya. Produk-produknya dikenal gurih, renyah, dan rasa pedasnya yang bikin ketagihan, ampuh menghilangkan rasa bete, patah hati, hingga kantuk. Ini membuktikan bahwa Makaroni Ngehe tidak hanya sekadar camilan, melainkan juga bagian dari gaya hidup yang mampu memberikan keseruan di tengah kesibukan sehari-hari.