Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Benarkah Bir & Wine Kunci Umur Panjang? Penjelasan Pakar Terkini

2025-11-30 | 16:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T09:58:36Z
Ruang Iklan

Benarkah Bir & Wine Kunci Umur Panjang? Penjelasan Pakar Terkini

Perdebatan mengenai apakah konsumsi bir atau wine secara rutin dapat memperpanjang usia telah menjadi topik yang menarik perhatian banyak kalangan, termasuk para ahli kesehatan. Berbagai penelitian memberikan gambaran yang nuansa, menunjukkan potensi manfaat jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, namun juga menegaskan risiko serius jika berlebihan.

Sejumlah studi menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dengan kesehatan jantung dan harapan hidup. Dr. Eric Rimm, Profesor Epidemiologi dan Nutrisi di Harvard School of Public Health, yang telah meneliti dampak alkohol pada kesehatan kardiovaskular selama lebih dari 35 tahun, menemukan bahwa peminum moderat memiliki risiko serangan jantung 30-40% lebih rendah. Manfaat ini sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik") dan adanya antioksidan seperti polifenol dan resveratrol, terutama pada red wine. Sebuah studi yang dipimpin oleh neurolog Claudia Kawas dari University of California pada lebih dari 1.700 orang berusia di atas 90 tahun, menemukan bahwa mereka yang minum dua gelas bir atau wine setiap hari memiliki risiko kematian dini 18% lebih rendah dibandingkan yang tidak minum. Kawas sendiri menyatakan keyakinannya bahwa minum bir dan wine dalam kadar normal dapat memperpanjang usia. Konsumsi wine secara moderat juga merupakan bagian dari pola makan Mediterania yang diakui memiliki manfaat kesehatan dan mengurangi risiko kematian. Bir juga disebut berpotensi mencegah penyakit Parkinson dan Alzheimer, serta meningkatkan kepadatan tulang berkat kandungan silikonnya.

Namun, para ahli sangat menekankan bahwa manfaat ini hanya berlaku untuk konsumsi yang sangat moderat. Definisi konsumsi moderat umumnya adalah hingga satu gelas per hari untuk wanita dan hingga dua gelas per hari untuk pria. Satu "gelas" standar setara dengan 355 mililiter bir biasa, 148 mililiter wine, atau 44 mililiter minuman beralkohol sulingan.

Di sisi lain, banyak ahli dan organisasi kesehatan global memperingatkan tentang risiko konsumsi alkohol, bahkan dalam jumlah sedang. Dr. Tim Stockwell dari Canadian Institute for Substance Use Research, menyatakan bahwa asupan satu minuman beralkohol setiap hari dapat mengurangi harapan hidup seseorang sekitar dua setengah bulan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang aman yang tidak memengaruhi kesehatan, dan lebih dari 3 juta kematian setiap tahun terkait dengan alkohol, sebagian besar disebabkan oleh penyakit tidak menular, termasuk kanker.

Bahkan dalam jumlah moderat, alkohol dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker payudara pada wanita (sekitar 10% peningkatan per minuman per hari), serta kanker usus besar dan kerongkongan. Konsumsi alkohol berlebihan secara pasti merugikan kesehatan, menyebabkan kerusakan hati (perlemakan hati, sirosis, hepatitis alkoholik), pankreatitis, melemahnya otot jantung (kardiomiopati), serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan hipertensi. Selain itu, alkohol dapat merusak otak, mengganggu fungsi kognitif, memori, dan menyebabkan kerusakan sel saraf, serta memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecanduan.

Para ahli sepakat bahwa individu dengan kondisi kesehatan tertentu, wanita hamil, atau mereka yang memiliki riwayat alkoholisme sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol sama sekali. Penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor individu seperti genetik, berat badan, dan toleransi tubuh terhadap alkohol. Manfaat antioksidan yang ditemukan dalam wine juga bisa didapatkan dari sumber non-alkohol seperti anggur merah non-alkohol, jus anggur, atau blueberry tanpa risiko terkait alkohol.

Dengan demikian, klaim bahwa rutin minum bir atau wine dapat memperpanjang usia perlu disikapi dengan bijaksana. Meskipun ada beberapa bukti yang menunjukkan manfaat kardiovaskular pada konsumsi moderat, risiko kanker dan berbagai masalah kesehatan lain yang diakibatkan oleh alkohol tetap menjadi perhatian utama. Konsumsi alkohol harus selalu dilakukan secara bertanggung jawab dan dalam batas yang sangat moderat, dengan kesadaran penuh akan potensi dampak negatifnya terhadap kesehatan. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat dianjurkan untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi individu.