Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

5 Resto Legendaris Indonesia: Magnet Antrean Kuliner yang Tak Pernah Sepi

2025-11-25 | 10:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T03:19:25Z
Ruang Iklan

5 Resto Legendaris Indonesia: Magnet Antrean Kuliner yang Tak Pernah Sepi

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang tak ada habisnya, dan beberapa di antaranya bahkan mampu membuat pelanggan setia rela mengantre panjang demi menikmati sajian yang otentik dan lezat. Fenomena antrean panjang ini bukan hal baru, melainkan bukti konsistensi rasa dan daya tarik yang tak lekang oleh waktu dari restoran-restoran legendaris berikut.

Salah satu yang tak pernah sepi pengunjung adalah Soto Betawi H. Husein. Berdiri sejak tahun 1989, atau bahkan mewarisi resep dari kakeknya sejak 1975, warung sederhana di Jalan Padang Panjang, Manggarai, ini selalu ramai. Para penikmat soto bahkan harus rela menunggu giliran untuk mendapatkan tempat duduk. Ciri khas Soto Betawi H. Husein terletak pada kuahnya yang kental kekuningan, hasil perpaduan santan dan susu, serta potongan daging sapi dan jeroan yang empuk dan gurih. Tak heran jika soto yang mulai buka pukul 07.00 WIB ini seringkali sudah ludes terjual setelah jam makan siang.

Kemudian ada Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, yang telah memanjakan lidah para pecinta kuliner sejak tahun 1958. Terletak di sebuah gang di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, nasi goreng ini dianggap banyak orang sebagai salah satu nasi goreng terbaik di kota. Keunikan rasanya yang kaya rempah dengan pengaruh Timur Tengah dan India, serta potongan daging kambing yang empuk, membuatnya selalu diburu.

Dari Yogyakarta, Gudeg Yu Djum menjadi ikon kuliner yang tak bisa dilewatkan. Berawal dari perintisnya, Ibu Djuwariah atau Yu Djum, rumah makan ini telah berdiri sejak tahun 1950 dan dikenal sebagai salah satu gudeg paling legendaris di Jogja. Gudegnya yang manis legit dengan nangka muda, krecek pedas, dan areh gurih ini selalu menjadi tujuan utama wisatawan maupun warga lokal. Gudeg Yu Djum buka setiap hari dari pukul 05.00 hingga 19.00 WIB, dan menyediakan kemasan besek atau kendil yang dapat bertahan hingga dua hari, sangat cocok untuk oleh-oleh.

Selanjutnya, Bubur Ayam Barito di Jakarta Selatan juga menjadi primadona. Sejak tahun 1992, warung bubur ayam ini terkenal dengan keunikannya yang menggunakan cheese stick sebagai pengganti kerupuk, serta tambahan telur ayam kampung. Popularitasnya tak perlu diragukan, bahkan dikabarkan bisa menjual hingga 1.000 porsi dalam sehari dan menghabiskan 100 ekor ayam. Warung ini selalu dipadati pelanggan setia yang ingin menikmati bubur hangat dengan cita rasa khas yang tak ditemukan di tempat lain.

Terakhir, Waroeng Spesial Sambal (SS) yang didirikan pada tahun 2002 di Yogyakarta juga konsisten menarik antrean panjang. Restoran ini menawarkan berbagai pilihan masakan seperti iga bakar, nila bakar, dan bebek goreng, namun daya tarik utamanya adalah aneka sambalnya yang autentik dan berlimpah pilihan. Dengan harga yang sangat ekonomis, mulai dari Rp3.000 untuk sambal, Waroeng SS menjadi favorit di kalangan mahasiswa dan pecinta kuliner Nusantara, menjadikannya salah satu tempat makan yang selalu ramai sejak dulu.